Menyambung Asa UMKM, Bangkit dari Keterpurukan bersama KUR BRI
Utayana merupakan satu dari banyaknya pelaku UMKM yang merasakan manfaat nyata dari program KUR BRI. Bank pelat merah itu berhasil menghadirkan akses pemodalan yang inklusif bagi UMKM untuk terus berdaya demi pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan pihaknya terus berupaya memperkuat lini pemberdayaan UMKM. Dia mengatakan kemudahan memperoleh modal merupakan salah satu kunci menjaga perkembangan usaha di tingkat akar rumput.
"KUR BRI mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor strategis. Kami percaya bahwa pembiayaan yang tepat sasaran akan memperkuat kontribusi sektor riil terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Hery.
Tak sekadar instrumen pembiayaan, dia menekankan KUR merupakan langkah penting mendorong pelaku UMKM lebih tangguh dan produktif.

"Dalam menjalankan peran sebagai penggerak ekonomi di akar rumput, BRI terus memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pemberdayaan hingga perluasan akses pasar agar pembiayaan semakin berdampak nyata terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan usaha,” ucap Hery.
Hingga akhir Oktober 2025, BRI tercatat telah menyalurkan KUR senilai Rp147,2 triliun. Dana itu disalurkan kepada 3,2 juta debitur.
Capaian itu setara 83,2 persen dari pagu KUR BRI 2025 sebesar Rp177 triliun dengan perincian Rp160 triliun dialokasikan untuk KUR Mikro atau kredit di bawah Rp100 juta, sementara Rp17 triliun disiapkan untuk KUR Kecil dengan nilai pinjaman Rp100 juta sampai Rp500 juta.