Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bapanas Siapkan Strategi Jaga Stok dan Stabilisasi Harga Pangan Jelang Ramadan
Advertisement . Scroll to see content

Minyak Goreng Curah Langka di Pasar, Pedagang Ngaku Kesulitan Cari di Agen

Rabu, 13 April 2022 - 13:15:00 WIB
Minyak Goreng Curah Langka di Pasar, Pedagang Ngaku Kesulitan Cari di Agen
Salah satu pedagang sembako di Pasar Inkopol, Bekasi, Siti. (Foto: Advenia Elisabeth/MPI)
Advertisement . Scroll to see content

BEKASI, iNews.id - Persediaan minyak goreng curah masih minim di pasar, salah satunya di Pasar Inkopol, Bekasi. Tak banyak pedagang yang menjual minyak goreng tersebut dengan alasan beragam.

Salah satu pedagang sembako, Wanti mengatakan, dirinya tidak menjual minyak goreng curah karena harga saat beli yang mahal.

"Enggak, saya enggak jual (minyak goreng curah). Saya jualnya yang kemasan aja, ini juga dikit. Yang curah mahal, modal saya enggak cukup," ujarnya saat ditemui MNC Portal Indonesia, Rabu (13/3/2022). 

Pedagang sembako lain, Siti menyebut bahwa dia menjual minyak goreng curah. Namun, sudah beberapa hari belakangan tidak memasok lagi karena sulit mendapatkan barang tersebut.

"Saya jual kemarin-kemarin, tapi harganya masih tinggi, Rp21.000 per kilogram (kg). Soalnya saya dapat dari agennya juga udah Rp20.000 (per kg). Ini tinggal satu bungkus ukuran seperempat," ucap Siti. 

Siti menerangkan, sejak pemerintah memberlakukan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng curah Rp14.000 per liter, ketersediaan minyak goreng curah di agen jadi menipis. Bahkan, untuk membelinya harus berebutan dengan penjual lain. 

"Susah banget di agen sekarang. Kadang seminggu cuma dapat satu kali. Di agen juga stoknya cuma 10 jeriken, itu pun katanya udah pesanan langganan. Jadi kalau pun saya dapat ya paling cuma dapat satu," kata dia. 

Sementara itu, pedagang lainnya, Henry, menjual minyak goreng curah. Meski demikian, dia menyebut, untuk mendapatkan minyak goreng curah itu sulit. Tak hanya itu, Henry harus keliling agen agar bisa membeli dan dijual lagi di pasar. 

"Susah sekarang barangnya. Di agen itu dijatah. Sehari aja saya belum tentu dapat. Kalaupun dapat dijatahin 2 jeriken. Itupun karena langganan. Kalau yang enggak langganan enggak dapat," ujarnya. 

Dia mengaku sampai hari ini bantuan pemerintah yang mendatangkan minyak goreng curah bersubsidi tak kunjung datang. Padahal, pedagang di Pasar Inkopol sudah menanti barang tersebut datang. 

"Yang mobil tangkian minyak goreng subsidi itu juga belum dateng-dateng. Makanya saya masih caringa di agen-agen," ucap Henry.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut