MNC Digital Entertainment Bukukan Laba Bersih Rp985 Miliar Sepanjang 2025, Melesat 140 Persen
Direktur Utama MNC Digital Entertainment, Angela Tanoesoedibjo mengatakan, kinerja MSIN di tahun 2025 mencerminkan kekuatan berkelanjutan dari ekosistem digital terintegrasi Perseroan, di mana kemampuan konten, teknologi platform, dan strategi monetisasi yang terdiversifikasi terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
"Ke depannya, kami fokus pada peningkatan produksi konten premium, memperkuat ekosistem streaming kami melalui integrasi RCTI+ dan Vision+ yang direncanakan untuk pasar Indonesia, sekaligus berekspansi secara internasional melalui peluncuran V+ Short untuk menangkap peluang micro drama global yang berkembang pesat," ujar Angela dalam keterangannya.
Angela menambahkan, Perseroan berencana melakukan dual listing di bursa internasional sebagai langkah penting dalam memperluas basis investor global dan memperkuat posisi MSIN sebagai perusahaan hiburan digital terkemuka dengan jangkauan internasional yang terus berkembang.
Sementara, beban langsung meningkat menjadi Rp2,60 triliun pada tahun 2025, mewakili peningkatan 23 persen secara tahunan dibandingkan dengan Rp2,11 triliun pada tahun 2024. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh biaya produksi dan akuisisi konten yang lebih tinggi karena MSIN meningkatkan fokusnya pada pengembangan konten premium berkualitas tinggi, termasuk konten orisinil dan program eksklusif, untuk lebih memperkuat daya saing platform digitalnya.
Selain itu, tahun 2025 menandai peningkatan awal Perseroan dalam produksi micro drama, format konten pendek baru yang dirancang untuk menangkap permintaan yang meningkat untuk hiburan yang mengutamakan pengguna seluler. Pergeseran strategis ini mencerminkan pendekatan MSIN untuk memprioritaskan kualitas konten dan inovasi format, sambil terus memperluas saluran kontennya di berbagai platform seperti Vision+ dan RCTI+.
Sebagai hasil dari hal tersebut di atas, laba kotor meningkat menjadi Rp1,09 triliun pada tahun 2025, mewakili peningkatan 9 persen yoy dibandingkan dengan Rp1 triliun pada tahun 2024. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan di seluruh segmen bisnis utama Perseroan.
Margin laba kotor berada di angka 29 persen pada tahun 2025, dibandingkan dengan 31 persen pada tahun 2024, terutama mencerminkan beban langsung yang lebih tinggi terkait dengan peningkatan investasi dalam produksi konten premium dan peningkatan pada pengembangan micro drama untuk mendukung perluasan platform digital Perseroan, termasuk Vision+ dan RCTI+.
Pergerakan margin juga mencerminkan biaya pembelian media yang lebih tinggi dalam operasi agensi media MSIN karena aktivitas periklanan terus berkembang selama tahun tersebut.
Pada Maret 2026, Perseroan secara resmi meluncurkan V+ Short, platform micro drama pertama di Indonesia yang dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem hiburan digital MSIN. Platform ini menampilkan drama pendek berformat vertikal yang dirancang khusus untuk konsumsi seluler, menawarkan format baru dengan alur cerita yang cepat di berbagai genre seperti romance, family, fantasi, komedi, dan lain-lain.
Saat peluncuran, platform ini memperkenalkan lebih dari 200 judul micro drama, menggabungkan produksi orisinil Indonesia dengan konten pilihan dan akuisisi.
Tidak seperti platform berlangganan tradisional, V+ Short mengadopsi model monetisasi hybrid, termasuk pembayaran per episode dan akses yang fleksibel, memungkinkan Perseroan untuk mendiversifikasi aliran pendapatannya di luar model periklanan dan berlangganan. Platform ini juga mendukung berbagai pilihan subtitle, termasuk bahasa Inggris, Indonesia, dan Mandarin untuk menjangkau audiens internasional yang lebih luas.
Untuk mempertahankan engagement dan pertumbuhan platform, Perseroan berencana untuk terus merilis episode konten baru secara harian, mingguan, dan bulanan, memastikan adanya judul micro drama baru yang stabil.