MNC Digital Entertainment Catat Laba Rp356 Miliar hingga Kuartal III 2024, Naik 37 Persen
Pada kuartal III 2024, pendapatan dari konten & IP dan talent mencapai Rp385,6 miliar, mencerminkan peningkatan sebesar 50 persen yoy. Selain itu, ada peningkatan signifikan dalam lisensi konten orisinil ke platform pihak ketiga yang menyebabkan lonjakan besar dalam pendapatan konten untuk kuartal III 2024.
Pendapatan digital Perseroan turun 30 persen yoy menjadi Rp827 miliar, sebagian besar disebabkan oleh berbagai faktor ekonomi makro yang memengaruhi belanja iklan pada platform digital di Indonesia. Meskipun terjadi penurunan, metrik operasional menunjukkan bahwa performa media sosial, portal online, dan RCTI+ milik MSIN tetap berkinerja dengan baik.
Selain itu, mulai bulan November 2024, akan ada peningkatan pendapatan iklan pada saluran FTA di RCTI+, karena Perseroan telah mengintegrasikan penjualan inventaris iklan, yang digabungkan antara platform TV FTA & RCTI+ dan inventaris iklan baru (slot baru) pada RCTI+.
Pendapatan Berlangganan untuk sembilan bulan pertama tahun 2024 dari superapp SVOD milik MSIN, Vision+, naik signifikan dari Rp375 miliar menjadi Rp493 miliar, mencerminkan pertumbuhan 31 persen yoy. Pada kuartal ketiga tahun 2024, pendapatan langganan naik 37 persen yoy menjadi Rp173 miliar.
Katalis utama atas peningkatan pendapatan dari Vision+ tahun ini berasal dari paket premium berlangganan yang lebih baik, berbagai kompetisi sepak bola terkemuka, popularitas konten orisinil Vision+ yang semakin meningkat, upaya pemasaran yang terarah, dan kemitraan dengan perusahaan ISP & telekomunikasi. Skema monetisasi baru lain akan datang dari inisiatif baru dalam menayangkan konten orisinil Vision+ di FTA TV milik MNCN, dimana pendapatan iklan yang dihasilkan juga akan diterima oleh Vision+.
Sementara, neban langsung turun 6 persen yoy menjadi Rp1,48 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh biaya produksi konten yang lebih rendah untuk berbagai konten yang diproduksi MSIN yang dilakukan di Movieland.
Meskipun beberapa aktivitas produksi telah dilakukan di Movieland, perlu diketahui bahwa pembangunan akan selesai sepenuhnya pada kuartal I 2025, sehingga hal ini dapat menurunkan biaya produksi secara signifikan pada kisaran 10-15 persen.
Editor: Aditya Pratama