MNC Energy Investments (IATA) Optimistis Harga Batu Bara Membaik hingga Akhir Tahun
JAKARTA, iNews.id - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) meyakini harga batu bara membaik hingga akhir tahun, bahkan berpotensi terdongkrak di awal tahun depan.
"Terkait dengan itu, IATA membidik produksi batu bara sebesar 7 juta metrik ton (MT) pada 2024," kata Presiden Direktur IATA, Suryo Eko Hadianto, dikutip Senin (11/9/2023).
Dia menilai, fluktuasi harga batu bara saat ini merupakan hal yang wajar. Pihaknya optimis, harga si emas hitam bakal terdongkrak tahun depan, bahkan lebih awal.
"Kami punya prediksi akhir tahun ini harganya akan membaik, angkanya seperti apa mungkin akan terkoreksi sedikit karena ada isu lingkungan dan sebagainya," kata Suryo.
MNC Energy Investments (IATA) Targetkan Produksi 7 Juta MT Batu Bara di 2024
Dia menjelaskan, IATA fokus mendorong efisiensi pertambangan demi memangkas sejumlah beban produksi. IATA berencana membangun conveyor untuk memindahkan batu bara ke tongkang agar lebih efisien, murah, dan tepat waktu.
Menurut dia, conveyor didesain memiliki kapasitas 1.000 ton per jam. Dengan adanya sistem ini, waktu pengisian batu bara (loading time) ke tongkang hanya berkisar selama 10 jam, dari 24 jam jika memakai mekanisme pengangkutan dengan truk. Selebihnya, hal ini juga akan memangkas biaya.
MNC Energy Investments (IATA) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan Tahap I Tahun 2023
Akhir tahun 2023, IATA juga berniat untuk membuka 1 tambang berstatus izin usaha pertambangan (IUP), yang diharapkan dapat memacu produksi batu bara.
"Conveyor ini akan mengurangi penggunaan truk yang beroperasi di pelabuhan. Kita tahu truk masih berbahan bakar minyak, yang tentu harga BBM juga fluktuatif," tutur Suryo.
Editor: Jeanny Aipassa