MSIN Dorong Penggunaan AI, Produksi Konten Melesat dan Lebih Efisien
Dengan dukungan AI, perseroan mengklaim proses produksi menjadi jauh lebih efisien dari segi waktu. Hal ini memungkinkan MSIN untuk mencapai volume output yang lebih tinggi tanpa harus menambah sumber daya secara proporsional.
Arthur Tirta dan Rod Sutton Jadi Komisaris MSIN, Ini Profilnya
Strategi kedua yang lebih agresif adalah produksi konten yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI (end-to-end AI production). Saat ini, MSIN telah memiliki kapasitas dan kapabilitas teknis untuk menciptakan konten AI secara utuh.
Angela melihat potensi luar biasa dari sisi bisnis pada segmen ini karena struktur biayanya yang jauh lebih terkendali dibandingkan produksi konvensional.
“Betul-betul end-to-end AI production hasilnya adalah AI content. Ini sudah kita lakukan dan kami melihat ini adalah potensi juga luar biasa karena secara cost manageable dan in terms of potential revenue-nya juga quite significant,” tambahnya.
Inovasi teknologi ini menjadi salah satu pilar pendukung kinerja gemilang MSIN. Sepanjang tahun 2025, perseroan mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 140 persen mencapai Rp985 miliar.
Keberhasilan monetisasi dari berbagai platform digital, termasuk jangkauan 1,5 miliar views per bulan melalui jaringan MCN, telah mendorong pendapatan perseroan ke angka Rp3,8 triliun.
Dengan margin EBITDA yang naik 33 persen menjadi Rp1,038 triliun, penerapan teknologi AI diprediksi akan semakin memperkuat profitabilitas perseroan di masa depan seiring dengan rencana secondary listing di bursa internasional untuk memperluas basis investor global.
Editor: Puti Aini Yasmin