Mulai 1 Desember, Penyeberangan Kapal Ferry Jawa-Bali dan Sumatera Hanya Layani Penumpang dengan e-Ticket Ferizy

azhfar muhammad ยท Senin, 22 November 2021 - 15:44:00 WIB
Mulai 1 Desember, Penyeberangan Kapal Ferry Jawa-Bali dan Sumatera Hanya Layani Penumpang dengan e-Ticket Ferizy
Penumpang dibantu petugas untuk verifikasi e-tiket kapal ferry melalui aplikasi Ferizy. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hanya akan melayani penumpang yang menggunakan e-ticket melalui aplikasi Ferizy, mulai 1 Desember 2021. Aturan tersebut, berlaku untuk penyeberangan kapal ferry dari Jawa-Bali dan Sumatera. 
 
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, mengatakan hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan aspek keselamatan perjalanan pengguna jasa ferry.

Menurut dia, hal itu juga merupakan upaya PT ASDP untuk memperketat syarat perjalanan sekaligus perlindungan bagi penumpang dan kendaraan. 

Untuk itu, pengguna jasa Ferry di penyeberangan Jawa-Bali dan Sumatera diharapkan mengisi data lengkap sesuai Kartu Identitas dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) saat melakukan reservasi tiket online melalui aplikasi Ferizy.

“Mulai 1 desember 2021, PT ASDP Indonesia Ferry akan melakukan pengetatan persyaratan menyeberang yaitu hanya menerima e-ticket Ferizy berisi data lengkap sesuai Kartu Identitas dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta dokumen Vaksin dan hasil negatit Antigen/PCR yang valid, ditunjukkan melalui Aplikasi PeduliLindungi,” kata Shelvy Arifin, dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, Senin (22/11/2021). 

Dia menjelaskan, untuk proses Check In, pengguna jasa diminta agar menyiapkan dokumen e-ticket berisi data lengkap dan Kartu Identitas masing-masing penumpang dimana akan dilakukan verifikasi data oleh petugas di pelabuhan. 

Hal ini, lanjutnya, mengacu pada UU 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang juncto Peraturan Pemerintah (PP) 17 Tahun 1965 tentang Ketentuan-ketentuan Pelaksanaan Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang, PM 28 Tahun 2016 tentang Kewajiban Penumpang Angkutan Penyeberangan Memiliki Tiket, dan PM 19 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tiket Angkutan Penyeberangan secara Elektronik. 

“Dalam PM 19 Tahun 2020 Pasal 5 Ayat 3-4 dan PM 28 Tahun 2016 Pasal 3 ayat 2 menegaskan bahwa pengguna jasa harus mengisi data sesuai identitas penumpang dan kendaraan,” ujar Shelvy.

Sementara itu, selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali hingga 29 November 2021, ASDP tetap mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan, khususnya di Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk, agar melakukan reservasi tiket online secara mandiri via Ferizy dan mematuhi syarat perjalanan yang ditetapkan termasuk menunjukkan data vaksin dan antigen/PCR di Aplikasi PeduliLindungi. 

“Di masa PPKM saat ini, pengecualian diberikan kepada pengguna jasa 12 tahun ke bawah yang dibebaskan menunjukkan kartu vaksin, dan juga pengguna jasa dengan kondisi kesehatan khusus ataupun komorbid dengan melampirkan surat keterangan dokter dari RS Pemerintah,” tutur Shelvy. 

Sesuai dengan SE Menhub No. 94, SE Satgas Covid No 22, dan Imendagri No 57 bagi pengemudi kendaraan logistik juga diberikan pengecualian. Jika sudah vaksin 2 kali maka syarat hasil negatif antigen berlaku 14x24 jam sebelum masuk pelabuhan. 

Sedangkan bagi yang sudah vaksin 1 kali maka hasil negatif antigen berlaku 7x24 jam sebelum masuk pelabuhan, dan jika belum vaksin, maka wajib melampirkan hasil negatif antigen 1x24 jam sebelum masuk pelabuhan. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda