Nasabah Koperasi Indosurya Pertanyakan Penukaran Bilyet
JAKARTA, iNews.id - Pengurus koperasi simpan pinjam (KSP) Indosurya meminta nasabah menukar bilyet lama dengan bilyet baru. Keputusan tersebut dipertanyakan nasabah.
Erika, salah satu nasabah KSP Indosurya hanya ingin uang yang selama ini mereka simpan di koperasi tersebut segera dikembalikan.
"Saat ini yang kita ingin hanya agar uang kita dikembalikan oleh manajemen. Apalagi dengan situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, kita kalau sakit butuh biaya untuk pengobatan," katanya, Rabu (2/9/2020).
Kuasa Hukum 1.000 Nasabah KSP Indosurya Cipta, Agus Wijaya menjelaskan, langkah nasabah mendatangi Grha Surya dalam rangka meminta penjelasan manajemen. Pasalnya, para nasabah diminta untuk menukarkan bilyet yang lama dengan yang baru.
Selain Hadiri Persidangan, Nasabah KSP Indosurya Gelar Aksi di PN Jakpus
Dia khawatir penukaran bilyet dapat menghilangkan barang bukti. Apalagi laporan kasus gagal bayar sudah dilaporkan ke Bareskrim dan menunggu putusan pengadilan.
"Satu-satunya alat bukti nasabah itu bilyet dan buku tabungan asli. Di luar itu tidak ada. Kalau di persidangan diperlukan barang bukti, tapi barang bukti kita berikan ke pihak perusahaan tidak dapat dijadikan barang bukti," kata Agus.
Selain itu, dia juga ingin mengonfirmasi kebenaran akta koperasi yang menyebutkan ada 6.451 anggota. Padahal, kliennya yang mencapai 1.000 nasabah tidak ada satu pun yang merasa diwakili.
Sementara itu, Pengurus KSP Indosurya Cipta mengatakan, pengurus mulai kemarin telah membuka pengembalian dana nasabah. Pada tahap awal, koperasi akan mengangsur pembayaran terhadap dana nasabah yang jumlahnya di bawah Rp500 juta selama dua tahun.
"Ini bentuk komitmen KSP Indosurya. Jadi kita realisasikan dalam bentuk pembayaran dari mulai Selasa, 1 September 2020. Ini angsuran di bawah Rp500 juta dan dicicil selama 24 bulan," ujar Sonia.
Editor: Rahmat Fiansyah