Nasib Baik Berpihak pada Kita yang Berani Dihadapkan pada VUCA

Rizqa Leony Putri · Jumat, 11 Juni 2021 - 09:41:00 WIB
Nasib Baik Berpihak pada Kita yang Berani Dihadapkan pada VUCA
CEO PT Sasa Inti Rudolf Tjandra. (Foto: dok Sasa)

JAKARTA, iNews.id - Saat kita sedang bertahan dan mengatasi tahun ke-2 pandemi Covid-19 yang semakin meningkat jumlahnya. Di dunia kepemimpinan dan manajemen, pernyataan paling membuat frustrasi yang terus kita dengar adalah "Saya tidak tahu” , “Ini adalah pasar yang sulit dan kondisi yang sangat menantang”.

Ini adalah pengalaman saya dalam diskusi saya dengan rekan kerja dan mitra bisnis dan kenalan selama setahun terakhir dimana pertanyaan mendasar yang terus muncul adalah, “bagaimana kita bisa tumbuh lebih cepat dan tetap memimpin pasar dalam situasi seperti ini?”

Ketika para pemimpin diharuskan untuk terus optimis dan menemukan pasar yang mudah dijangkau, tepat sasaran, dengan konsistensi menerjemahkan visi, misi, dan tujuan ke dalam strategi yang dapat dieksekusi dengan tepat. Kami lalu mendefinisikan tantangan, memetakan bagaimana, dimana akan memenangkan pasar, dan kapan.

Kami kurang sepaham dengan mereka yang suka menghadapi tantangan dengan melakukan hal yang sama berulang-ulang. Saya tidak tahu berapa banyak pemimpin yang masih tidak mampu menerima perubahan dan menjadi semakin cepat tanggap dalam situasi sekarang.

Menjadi cepat tanggap seperti yang sekarang, sudah jelas kita menemukan sebuah metode efektifitas baru. Menjadi tangkas atau cepat tanggap akan menjadi dasar untuk menambah pangsa pasar baru.

Seperti yang kita lihat pada contoh di atas, ketangkasan dan cepat tanggap memungkinkan organisasi untuk merespon dengan cepat dan efektif terhadap permintaan dan kebutuhan pasar. Hal ini juga memungkinkan perusahaan untuk mengelola produk baru yang sukses ke pasar dengan cepat.

Akhirnya, ini memungkinkan perusahaan untuk merespons lebih cepat terhadap perubahan lingkungan yang tiba-tiba atau lebih tepatnya perubahan seperti yang sekarang kita hadapi dalam pandemi berkepanjangan yang mungkin menajdi endemik di masa depan, atau volatilitas mata uang dan keuangan Asia yang bisa diantisipasi ketika AS mulai kembali ke kebijakan uang yang lebih ketat.

Tentu saja, kita semua telah memimpin melalui ketidakpastian selama beberapa dekade dari sekarang, tidak ada yang begitu pasti selain ketidakpastian. Tetapi tingkat ketidakpastian seputar pandemi yang sedang berlangsung tentu saja belum pernah terjadi sebelumnya dalam ruang lingkup kita, dan membawa implikasi yang mendalam bagi organisasi.

Dengan adanya Covid-19, kami menemukan betapa tidak pastinya ketidakpastian, dan bagaimana caranya agar kami dapat mengelola dan berkembang bahkan dalam situasi yang paling menantang.

Berbagai survei dan penelitian telah dilakukan terhadap para pemimpin di seluruh dunia. Mereka telah mengidentifikasikan tiga kelompok yang muncul sebagai prasyarat utama di masa yang tidak pasti ini. Ini adalah bentuk dari memimpin melalui ketidakpastian, menumbuhkan kepercayaan, memperkuat tujuan bersama, pengambilan keputusan yang cepat, tindakan cepat dan tegas, serta kemampuan dan kemauan untuk melihat melampaui pintu kaca yang berputar.

Covid-19 telah menciptakan lingkungan yang VUCA (volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, ambiguitas) pada hal yang lebih besar. Bukan berarti pemimpin harus berjuang dengan permisif, dan menurunkan kinerja. Para pemimpin sebenarnya dapat berkembang dalam lingkungan di mana hanya ada sedikit jawaban yang jelas tentang bagaimana hal-hal akan terjadi misalnya ketidakpastian pada hal-hal yang lebih besar, tetapi untuk melakukan itu, kita harus fokus untuk memahami apa akan yang muncul.

Kemudian, yang lebih penting dan sangat penting bagi para pemimpin untuk menjadi lebih dapat beradaptasi secara pribadi; yaitu harus memiliki mindset berkembang, mengkondisikan diri mereka sendiri untuk menetapkan model mental seperti apa yang telah mereka kerjakan, dan membuang aspek apa pun dari model tersebut yang tidak lagi relevan. Kemampuan ini juga mencakup ukuran untuk membangun kekuatan saat kita semua belajar untuk mengatasi masa-masa yang penuh tekanan ini.

Menavigasikan kompleksitas mengharuskan para pemimpin melihat organisasi mereka sebagai sistem adaptif yang kompleks, dan menavigasi situasi di mana sebab dan akibat tidak diketahui sebelumnya. Selain itu, saya percaya bahwa kita perlu memimpin perubahan, dan membawa transformasi berkelanjutan agar selalu siap, cepat tanggap dan mampu mengamankan peluang.

Berani memimpin perubahan di dunia yang baru itu juga berarti bahwa kita para pemimpin harus mampu mengomunikasikan visi untuk perubahan, membantu tim untuk mengadopsi hal-hal baru, dan bersiap pada hal-hal yang tak terhindarkan terhadap perubahan.

Yang mendasari semua ini adalah kebutuhan untuk melepaskan segala harapan akan kepastian. Para pemimpin perlu menjadi lebih bijak dengan gagasan bahwa kita tidak selalu akan memiliki jawaban yang jelas untuk diberikan (itu tidak berarti kita akan kembali ke 'bermain aman' untuk mengelola ekspektasi pemegang saham), tetapi kami dan tim kami akan selalu percaya bahwa keberuntungan berpihak pada yang berani.

Apa yang Anda lakukan untuk tetap tangkas selama pandemi yang sedang berlangsung ini? Di mana Anda melihat posisi perusahaan Anda satu atau dua tahun dari sekarang? (CM)

DR Rudolf Tjandra, CEO & President Director PT Sasa Inti. Indonesia Best CEO 2020 (SWA Network)

Editor : Rizqa Leony Putri