Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPS Proyeksi Produksi Beras Tembus 10,16 Juta Ton pada Januari-Maret 2026
Advertisement . Scroll to see content

Necara Dagang Indonesia Februari 2023 Surplus 5,48 Miliar Dolar AS

Rabu, 15 Maret 2023 - 12:53:00 WIB
Necara Dagang Indonesia Februari 2023 Surplus 5,48 Miliar Dolar AS
Kantor Badan Pusat Statistik (BPS). (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca dagang Indonesia mengalami surplus 5,48 miliar dolar Amerika Serikat (AS). 

Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) M. Habibullah mengatakan, surplus neraca perdagangan berasal dari sektor nonmigas 6,70 miliar dolar AS, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai 1,22 miliar dolar AS.

"Neraca perdagangan Indonesia sampai Februari 2023 surplus selama 34 bulan berturut-turut, sejak Mei 2020 dan masih dalam tren yang meningkat," ujar Habibullah dalam rilis resmi BPS di Jakarta, Rabu (15/3/2023). 

Kemudian ia melaporkan, terkait neraca perdagangan komoditas migas terjadi defisit 1,22 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang defisit yaitu minyak mentah dan hasil minyak. 

Sementara, neraca perdagangan komoditas nonmigas tercatat surplus sebesar 6,70 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang surplus yaitu bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, serta besi dan baja. 

Lebih lanjut Habibullah memaparkan, dilihat dari asal negara, terdapat tiga negara yang menjadi penyumbang surplus nonmigas terbesar pada Februari 2023 yaitu Amerika Serikat, India, dan Tiongkok. 

"Untuk negara Amerika Serikat surplus sebesar USD1,328,4 juta, terbesar pada komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, pakaian dan aksesorisnya (bukan rajutan), serta pakaian dan aksesorisnya (rajutan)," kata Habibullah.

Untuk negara India, terjadi surplus terbesar 1,081,0 juta dolar AS. Komoditas pendukungnya terbesar adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta biji logam, terak, dan abu. 

Sedangkan negara Tiongkok surplus terbesar USD999,8 juta dengan komoditas penyumbang adalah besi dan baja, bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati. 

Di sisi lain, tiga negara yang menyumbang defisit terdalam pada kinerja neraca perdagangan Februari 2023, yaitu Australia sebesar 400,4 juta dolar AS dengan komoditas penyumbang defisitnya yakni serealia, logam mulia dan perhiasan/permata, dan bahan bakar mineral. 

Kemudian Thailand sebesar 342,1 juta dolar AS dengan penyumbang defisitnya yakni gula dan kembang gula, mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, termasuk kendaraan dan bagiannya. 

"Lalu negara terakhir yakni Brasil sebesar USD158,8 juta dengan komoditas penyumbangnya yaitu ampas dan sisa industri makanan, serealia, dan biji logam, terak, dan abu," tutur Habibullah.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut