NTB Siapkan 3 Langkah Bantu UMKM Atasi Dampak Covid-19

Djairan ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 18:35 WIB
NTB Siapkan 3 Langkah Bantu UMKM Atasi Dampak Covid-19

Pemprov NTB menyiapkan tiga langkah strategis membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menghadapi dampak pandemi Covid-19. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berupaya membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menghadapi dampak pandemi Covid-19. Salah satunya dengan membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menyerap hasil produksi mereka.

Tidak hanya itu, memasuki momentum era kebiasaan baru atau New Normal Pemprov NTB akan memberikan perhatian khusus kepada UMKM. Pemerintah telah menyiapkan tiga upaya dalam membantu UMKM menghadapi dampak ekonomi akibat Covid-19.

Pertama, langkah penguatan UMKM dengan gerakan Bela Beli Produk Lokal. Itu diwujudkan dengan telah disusunya Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) tentang pemberdayaan UMKM. Dalam pelaksanaanya, Pemprov NTB menginstruksikan kepada segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga swasta dapat menyerap hasil produksi UMKM lokal.

“Upaya pertama ini juga sesuai dengan instruksi Pak Gubernur, hasil produksi UMKM lokal kita ini dipakai di kantor-kantor OPD di bandara, hotel-hotel dan sebagainya. Ini adalah wujud dari kita mencintai produk lokal,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB sekaligus Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Lalu Gita Ariadi, dalam acara webinar bersama iNews, Kamis (30/7/2020).

Dalam pelaksanaan gerakan Bela Beli Produk Lokal, Pemprov NTB akan memfasilitasi bantuan alat produksi, penguatan peran teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dengan memberikan pelatihan khusus kepada pelaku UMKM.

Tak hanya itu, gerakan tersebut juga akan diwujudkan dengan penguatan pasar dan jaringan distribusi UMKM. Salah satunya memperkenalkan pelaku usaha pada platform jual beli online atau e-commerce. Ini akan memudahkan proses digitalisasi dalam setiap aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat.

“Bahkan dari survei yang kita lihat, hampir semua mendukung adanya pemberian modal awal, sebagai bantuan untuk memulai usaha kembali setelah tertekan oleh Covid-19,” kata Lalu.

Langkah kedua, adalah penciptaan lapangan kerja sebanyak mungkin. Melalui langkah tersebut diharapkan dapat mengatasi masalah yang tengah dikhawatirkan yaitu pengangguran.

Ketiga yakni pemberian bantuan kepada UMKM terdampak melalui pembebasan dan keringanan pajak lokal. “Relaksasi ini akan kita hadirkan sungguh-sungguh, karena kita juga tidak tahu pasti kapan pandemi ini akan berakhir. Namun yang pasti kita tidak mungkin hanya bersandar kepada belanja pemerintah, kita akan dukung tumbuhnya kemandirian kepada pelaku UMKM,” kata Lalu.

Editor : Dani Dahwilani