OPEC Setuju Tingkatkan Produksi Minyak karena Kekhawatiran Resesi Global

Dinar Fitra Maghiszha ยท Kamis, 04 Agustus 2022 - 11:50:00 WIB
OPEC Setuju Tingkatkan Produksi Minyak karena Kekhawatiran Resesi Global
OPEC setuju tingkatkan produksi minyak karena kekhawatiran resesi global. (Foto: Reuters)

RIYADH, iNews.id - Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia atau dikenal dengan OPEC+ akan meningkatkan produksi minyak sebanyak 100.000 barel per hari (bph) pada September mendatang. 

Mengutip CNN Business, itu merupakan hasil pertemuan antara OPEC dengan Presiden AS Joe Biden saat mengunjungi Arab Saudi bulan lalu. Biden mendesak Saudi, yang merupakan produsen minyak terbesar di OPEC untuk mulai memproduksi lebih banyak. 

Selama berbulan-bulan, harga minyak naik karena sanksi Barat terhadap minyak Rusia telah membatasi pasokan global. Harga tersebut telah membantu perusahaan minyak terbesar di dunia mencapai rekor keuntungan, bahkan di saat jutaan orang menghadapi lonjakan tinggi tarif bahan bakar. 

Satu galon bensin biasa di Amerika Serikat lebih dari 5 dolar AS untuk pertama kalinya pada Juni lalu, meskipun harga telah turun kembali secara signifikan sejak saat itu. Adapun harga minyak mentah Brent juga mencapai level tertinggi 139 dolar AS per barel pada Maret setelah Rusia menginvasi Ukraina, tetapi Brent sekarang diperdagangkan pada kisaran 100 dolar AS karena para pedagang khawatir resesi global akan mengurangi permintaan.

Minyak mentah Brent dan minyak mentah West Texas Intermediate naik hampir 2 persen pada Rabu (3/8/2022) setelah pengumuman OPEC. Itu karena investor minyak memperkirakan peningkatan produksi yang lebih besar.

Namun, OPEC menyatakan keprihatinannya mengenai pasokan global tidak akan dapat memenuhi permintaan setelah 2023. Dikatakan, stok minyak darurat di antara 38 negara yang tergabung dalam Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), yang mencakup ekonomi terbesar dunia, saat ini berada pada level terendah dalam lebih dari 30 tahun.

Bulan lalu, Badan Energi Internasional memperingatkan, persediaan minyak global tetap sangat rendah. Ini dapat menimbulkan risiko utama bagi negara berkembang.

Selama berbulan-bulan, OPEC+ telah mencoba untuk membalikkan pengurangan produksi yang dilakukan selama pandemi ketika permintaan minyak melemah. Pada Juni, kartel setuju untuk meningkatkan pasokan untuk mengompensasi penurunan perdagangan minyak Rusia, di mana pada bulan itu, Uni Eropa setuju untuk memangkas impor minyak mentah Rusia sebesar 90 persen sebelum akhir tahun.

OPEC+ setuju untuk meningkatkan produksi sebesar 648.000 bph pada Juli dan Agustus. Namun, menurut survei Reuters awal pekan ini, banyak negara telah gagal memenuhi janji mereka. Kemarin, OPEC menyatakan, banyak dari kapasitas produksi anggotanya sangat terbatas karena kurangnya investasi di sektor minyak.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda