Orang Terkaya Dunia Bernard Arnault, dari Pengusaha Konstruksi Jadi Taipan Barang Mewah
PARIS, iNews.id - Taipan barang mewah asal Prancis menggeser posisi Elon Musk sebagai orang terkaya dunia dalam daftar Forbes. Kekayaan Musk anjlok karena merosotnya saham Tesla sejak dia mengakuisisi Twitter.
Kekayaan bos Tesla dan SpaceX itu terus merosot seiring dengan terkoreksinya saham produsen mobil listrik miliknya. Data Real Time Billionaires Forbes menunjukkan, kekayaan Musk saat ini 163,7 miliar dolar AS atau Rp2.556,3 triliun. Sedangkan kekayaan Arnault 181,8 miliar dolar AS atau Rp2.839 triliun.
Lalu siapakah Bernard Arnault?
Dikutip dari CNN Business, Arnault lahir di Roubaix di utara Prancis pada 1949. Dia lulus dari sekolah teknik elit di Paris, École Polytechnique.
Raja Batu Bara Low Tuck Kwong Orang Terkaya ke-2 RI, Dulu Disebut Gila karena Beli Tambang
Arnault memulai kariernya di perusahaan konstruksi milik keluarga, Ferret-Savinel, dan menjadi ketua perusahaan pada 1978. Enam tahun kemudian, dia mengambil alih grup tekstil yang bangkrut, Boussac Saint-Freres. Grup tersebut menaungi rumah mode ternama Prancis Christian Dior.
Arnault membeli kendali grup, mengembalikannya ke profitabilitas dan memulai strategi untuk mengembangkan perusahaan barang mewah terkemuka dunia.
10 Orang Terkaya Indonesia: Nomor 1 Hartono Bersaudara, Peringkat 2 Pengusaha Batu Bara
"Dalam prosesnya, dia menghidupkan kembali Christian Dior sebagai landasan organisasi baru," tulis biografi di situs web LVMH.
Kemudian pada 1989, Arnault membeli saham pengendali di LVMH, dua tahun setelah grup tersebut dibentuk dari merger antara Louis Vuitton dan Moët Hennessy. Dia pun menjadi ketua dan CEO perusahaan sejak saat itu.
Kisah Sukses Pendiri Google, dari Komputer Bekas Kini Masuk Daftar 10 Orang Terkaya Dunia
Selama tiga dekade terakhir, Arnault telah mengubah LVMH menjadi pusat kekuatan barang mewah dengan 75 label yang menjual wine, minuman keras, fesyen, barang kulit, parfum, kosmetik, jam tangan, perhiasan, perjalanan mewah, dan menginap di hotel. Dia membuka toko Louis Vuitton pertama di China, tepatnya di Beijing pada 1992.
Pada Januari 2021, grup ini menyelesaikan akuisisi brand perhiasan ikonik AS Tiffany & Co senilai 15,8 miliar dolar AS. Ini merupakan akuisisi terbesar di industri barang mewah yang pernah terjadi.
10 Brand Fashion Termahal di Dunia, Nomor 1 Milik Orang Terkaya ke-2 Sejagat
Selain di fesyen dan kosmetik, Arnault juga melakukan ekspansi bisnis ke bidang perhotelan. Pada 2019, LVMH membelanjakan 3,2 miliar dolar AS untuk membeli grup perhotelan mewah Belmond, yang mengelola 46 hotel, kereta api, dan kapal pesiar.
Sebagai pengusaha, dia juga aktif di kegiatan sosial. Upaya filantropi Arnault dilakukan terutama melalui LVMH, yang memfokuskan perlindungannya pada seni dan budaya. Pada 2019, grup tersebut menyumbangkan 212 juta dolar AS untuk membantu membangun kembali Notre Dame setelah kebakaran besar melanda katedral Paris.
Meski Arnault telah lama memegang gelar orang terkaya di Eropa, tetapi pria berusia 73 tahun itu tidak seterkenal Musk. Dia juga tidak aktif secara pribadi di platform media sosial mana pun. Pada Oktober lalu, dia mengatakan bahwa dia menjual jet pribadinya karena dipermalukan di Twitter lantaran sering menggunakan pesawat itu.
Menurut Bloomberg, Arnault menikah dan memiliki lima anak. Empat di antaranya saat ini bekerja di LVMH atau salah satu perusahaan miliknya.
Editor: Jujuk Ernawati