Organda DKI Tolak Rencana Taksi Online Dikecualikan Ganjil Genap

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 13 Agustus 2019 - 20:15 WIB
Organda DKI Tolak Rencana Taksi Online Dikecualikan Ganjil Genap

Taksi online. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta secara tegas menolak usulan pembebasan taksi online dari kebijakan ganjil-genap. Asosiasi menilai taksi online bukan transportasi umum.

"Pada prinsipnya Organda mendukung kebijakan Pemprov DKI tentang ganjil-genap. Tapi tidak setuju kalau taksi online dikecualikan atau dibebaskan di program ganjil-genap," ujar Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan saat dihubungi iNews.id, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

BACA JUGA:

Pendapatan Berkurang, Driver Taksi Online Keluhkan Perluasan Ganjil Genap

Menurut dia, Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah menyatakan kendaraan berpelat hitam bukan kategori transportasi umum. Dengan kata lain, transportasi umum harus berpelat kuning.

"Kecuali angkutan sewa yang memang terdaftar (berpelat hitam)," kata dia.

Selain itu, kata Shafruhan, taksi online yang berpelat hitam tentu akan sulit dibedakan dengan kendaraan pribadi. Dengan begitu, akan mempersulit petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI dalam melakukan pengawasan.

"Kontrolnya seperti apa kalau taksi online dibebaskan. Kontrol aparat di lapangan seperti apa? Akan sulit nanti membedakannya di lapangan," ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah