Panic Buying Borong Minyak Goreng, Ini Penyebabnya Menurut YLKI

Oktiani Endarwati ยท Senin, 24 Januari 2022 - 21:47:00 WIB
Panic Buying Borong Minyak Goreng, Ini Penyebabnya Menurut YLKI
Kebijakan satu harga minyak goreng Rp14.000 per liter membuat masyarakat membeli dalam jumlah banyak karena sejumlah faktor atau panic buying. (foto: Advenia Elisabeth/MPI)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng sebesar Rp14.000 per liter selama enam bulan ke depan. Namun, banyak masyarakat yang membeli minyak goreng dalam jumlah banyak karena sejumlah faktor atau panic buying.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, terjadinya perilaku panic buying oleh konsumen dalam membeli minyak goreng satu harga disebabkan oleh beberapa hal.

Pertama, fenomena ini merupakan bentuk kesalahan strategi marketing pemerintah dalam membuat kebijakan publik. Dia menilai, kegagalan pemerintah dalam membaca perlaku konsumen Indonesia.

Kedua, dari sisi konsumen, perilaku panic buying juga merupakan fenomena yang anomali dan cenderung sikap yang egoistik, hanya mementingkan kepentingannya sendiri. 

"Terkait hal ini, menurut keterangan Aprindo, stok minyak satu harga makin menipis. Seharusnya pemerintah membatasi pembelian, misalnya konsumen hanya boleh membeli 1 bungkus/satu liter saja," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (24/1/2022).

YLKI menduga intervensi pemerintah mengenai minyak goreng satu harga tidak akan efektif, sebab dalam menjalankannya salah strategi. 

"Tidak menukik pada hulu persoalan yang sebenarnya, yakni adanya dugaan praktik kartel di pasar minyak goreng," ucap Tulus.

Editor : Aditya Pratama

Bagikan Artikel: