Pastikan IPO di Bursa Hong Kong, Alibaba Bidik Dana Segar Rp182 Triliun

Rahmat Fiansyah ยท Jumat, 15 November 2019 - 11:30 WIB
Pastikan IPO di Bursa Hong Kong, Alibaba Bidik Dana Segar Rp182 Triliun

CEO Alibaba, Daniel Zhang. (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Alibaba, perusahaan raksasa teknologi asal China, mengumumkan rencana initial public offering (IPO) di bursa Hong Kong. Di tengah situasi pasar yang tidak kondusif, Alibaba membidik dana segar 13 miliar dolar AS atau setara Rp182 triliun.

Alibaba dinilai cukup berani melakukan mega IPO di negara yang tengah dilanda kekecauan politik. Pelaku pasar keuangan Hong Kong diliputi kecemasan karena aktivis pro demokrasi terus menggelar unjuk rasa dalam beberapa bulan terakhir.

Perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma itu akan melepas 500 juta lembar saham dengan harga IPO maksimum 188 dolar Hong Kong. Delapan selama ini dikenal sebagai angka keberuntungan bagi masyarakat China.

BACA JUGA:

Festival 11.11, Alibaba Catat Transaksi Rp537 Triliun dalam Sehari

Pensiun dari Alibaba, Jack Ma: Saya Tidak Ingin Mati di Kantor

Jika berjalan dengan sukses, maka IPO Alibaba akan menjadi yang terbesar kedua dalam satu dekade terakhir. Mega IPO terjadi pada 2010 silam, saat perusahaan asuransi AIA berhasil meraup dana hingga 20,5 miliar dolar AS.

CEO Alibaba Daniel Zhang mengatakan perusahaan ingin berkontribusi 'kecil' dan terlibat dalam masa depan Hong Kong. IPO di bursa Hong Kong menjadi aksi korporasi dual-listing karena sebelumnya Alibaba telah IPO di Bursa New York, AS pada 2014 lalu.

"Di tengah masa perubahan yang sedang terjadi, kami tetap percaya bahwa masa depan Hong Kong tetap cerah," kata Zhang dilansir AFP, Jumat (15/11/2019).

Zhang mengaku Alibaba berat hati saat IPO pertama kali di New York. Namun, keinginan untuk IPO di bursa Hong Kong bakal segera terwujud sehingga masyarakat Asia, khususnya Hong Kong bisa ikut memiliki saham Alibaba.

"Keputusan listing di Hong Kong memungkinkan konsumen dan pemangku kepentingan ekonomi digital Alibaba untuk berinvestasi dan berpartisipasi pada laju pertumbuhan Alibaba," ujar Zheng.


Editor : Rahmat Fiansyah