Pegadaian dan SMBC Indonesia Kembangkan Sustainable Financing Framework 2026
"Hal ini selaras dalam komitmen kami untuk terus mendukung Astacita dan agenda pembangunan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam perluasan akses keuangan yang berkelanjutan dan penguatan ekosistem industri keuangan nasional," tuturnya.
Kolaborasi ini turut memperkuat posisi SMBC Indonesia sebagai institusi perbankan tepercaya dengan kapabilitas global dan pemahaman lokal yang mendalam. Hal ini tercermin pada peranan SMBC Indonesia dalam proses penyempurnaan Sustainable Financing Framework 2026 milik Pegadaian, memastikan bahwa kerangka pembiayaan tersebut mampu memberikan kontribusi maksimal dengan standar global yang terukur, terhadap aspek sosial dan lingkungan.
Sustainable Financing Framework 2026 dikembangkan dengan keselarasan terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan berstandar internasional dan regulasi dari OJK, di antaranya Social and Green Bonds Principles yang diterbitkan oleh International Capital Market Association (ICMA), Social and Green Loan Principles yang diterbitkan oleh Loan Market Association (LMA), dan juga Orange Bonds Principles yang diinisiasi oleh Impact Investment Exchange (IIX) yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan inklusivitas gender.
Dalam proses penyusunannya, Sustainable Financing Framework 2026 Pegadaian juga telah mendapatkan Second Party Opinion (SPO) dari pihak independen, Environmental Resource Management, yang menyatakan keselarasan Sustainable Financing Framework 2026 Pegadaian dengan prinsip-prinsip tersebut serta mencakup penggunaan dana yang memenuhi kriteria yang kuat dari segi relevansi dan dampak yang dihasilkan.
Ke depannya, baik Pegadaian maupun SMBC Indonesia terus berkomitmen untuk terus menjajaki berbagai peluang kerja sama lanjutan dalam bidang sustainable finance, termasuk pembiayaan Orange Loan, perkembangan ekosistem emas, serta keuangan yang lebih inklusif untuk masyarakat Indonesia secara luas.
Editor: Rizqa Leony Putri