Pekan Pertama Program Vaksinasi Booster, Menko Airlangga: 78.096 Lansia Telah Divaksin

Michelle Natalia ยท Senin, 17 Januari 2022 - 08:00:00 WIB
 Pekan Pertama Program Vaksinasi Booster, Menko Airlangga: 78.096 Lansia Telah Divaksin
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartato, mengatakan sebanyak 78.096 lansia telah divaksin pada pekan pertama pelaksanaan Program Vaksinasi Booster

Angka tersebut, dicapai hanya dalam 3 hari pelaksanaan Program Vaksinasi Booster, yang diluncurkan pemerintah secara resmi mulai 12 Januari 2022 untuk penduduk usia 18 tahun ke atas. 

Menurut dia, per 15 Januari 2022, sebanyak 1.444.934 dosis vaksin booster telah diberikan dengan rincian 1.337.800 dosis pada Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) atau tenaga kesehatan (nakes). 

"Selanjutnya 78.096 dosis pada lansia, 30.034 dosis pada masyarakat umum, dan 736 dosis pada petugas publik," kata Menko Airlangga, di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Jenis vaksin booster yang diberikan  sudah mendapat EUA BPOM sebagai dosis lanjutan , yaitu Sinovac (homologus), Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax (masing-masing secara heterologous).

“Arahan Bapak Presiden, harus disiapkan juga Vaksin Merah Putih ataupun vaksin lain yang diproduksi di dalam negeri, dan ditargetkan untuk (pemakaian) di pertengahan tahun ini atau Semester 2,” tutur Menko Airlangga.

Saat ini, lanjutnya, terdapat 398 Kabupaten/Kota yang telah mencapai 70 persen cakupan Dosis-1 Umum dan 60 persen cakupan Dosis-1 Lansia. 

Secara keseluruhan, terdapat 28 Provinsi yang sudah mencapai cakupan vaksinasi umum di atas 70 persen, kecuali Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Laju rata-rata vaksinasi dalam seminggu terakhir yaitu 1.191.758 dosis/hari.

Sementara itu, perkembangan pengendalian pandemi Covid-19 terus dipantau Pemerintah. Terutama pada awal tahun ini, di mana mobilitas masyarakat cukup tinggi karena liburan Nataru, dan terdapat Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) di antara mereka. 
"Dari PPLN inilah yang menyumbang jumlah kasus Omicron di Indonesia yang cukup signifikan," ungkap Menko Airlangga.

Dia menjelaskan, kasus Aktif per 15 Januari 2022 sebesar 8.463 kasus atau naik 92,38 persen dari kasus per 1 Januari 2022 yakni 4.399 kasus. 

Proporsi Kasus Aktif dari Luar Jawa-Bali sebesar 23,0 persen (1.944 kasus dari 8.458 kasus nasional). Sedangkan, Kasus Konfirmasi Harian per 15 Januari 2022 adalah 1.054 kasus dan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 733 kasus.

“Angka reproduksi kasus efektif (Rt) beberapa Pulau mengalami kenaikan, kecuali di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua. Namun, Rt nasional masih ada di level 1 atau terkendali,” tutur Menko Airlangga.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: