Pembangunan Istana Negara di IKN Capai 12 Persen, PUPR Kebut Pengerjaan untuk Upacara 17 Agustus Tahun Depan
JAKARTA, iNews.id - Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan progres pekerjaan fisik pembangunan Gedung Istana Negara dan lapangan upacara pada Kawasan Istana Kepresidenan di Ibu Kota Nusantara (IKN) baru mencapai 12,83 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2023).
Diana mengatakan, progres pembangunan tersebut baru meliputi pembangunan pondasi gedung dan juga perencanaan.
"12 persen itu masih berupa pondasi dan perencanaan," ujar Diana.
Dia menambahkan, pihaknya akan terus mengebut pengerjaan pembangunan bangunan Gedung Istana Negara dan lapangan upacara pada Kawasan Istana IKN.
Luhut Ungkap Alasan Ingin Gunakan WNA dibanding WNI untuk Awasi Proyek IKN
Diana optimistis bahwa pada 17 Agustus 2024 mendatang bisa menggelar upacara Kemerdekaan Indonesia ke-79.
"Kita kebut terus. Kita kebut terus dan kita yakin bismillah pasti selesai. Kan masih ada satu tahun lebih," ucapnya.
Kementerian PUPR Anggarkan Rp300 Miliar untuk Bangun Bandara VVIP di IKN Nusantara
Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau proyek pengerjaan pembangunan IKN. Salah satunya dengan melibatkan pengawas proyek menggunakan orang asing.
Menpan RB Sebut Banyak ASN Muda Ingin Pindah ke IKN
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat Rapat Badan Anggaran (Banggar) di DPR, Jakarta, Jumat (9/6/2023).
Menurut Luhut, hal itu dilakukan agar proyek pembangunan di IKN berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan. Mulai dari kualitasnya hingga ketetapan waktu. Dia juga mengatakan bahwa terkait pengawas pembangunan proyek IKN sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.
"Kualitas pekerjaan menjadi kunci. Oleh karena itu saya lapor Presiden (Jokowi), pengawas itu secara terpaksa dengan segala hormat kita pake bule-bule untuk menjadi kualitas. Jadi jangan nanti istana Presiden jadi, tapi kualitasnya tidak bagus," ucap Luhut.
Luhut menambahkan, pengawasan infrastruktur itu difokuskan pada target pemerintah tahun depan untuk melaksanakan kegiatan upacara bendara pada 17 Agustus 2024.
"Kemarin di Singapura, kita jualan mengenai ini (IKN) dan mereka sangat antusias dan semua masuk. Dan kita harus 17 Agustus tahun depan kita bisa acara di sana," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama