Pembubaran BUMN Berpendapatan di Bawah Rp 50 Miliar, Erick Thohir: Untuk Hindari Kerajaan-Kerajaan Kecil

Suparjo Ramalan ยท Kamis, 02 Desember 2021 - 21:59:00 WIB
 Pembubaran BUMN Berpendapatan di Bawah Rp 50 Miliar, Erick Thohir: Untuk Hindari Kerajaan-Kerajaan Kecil
Menteri BUMN, Erick Thohir. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan rencana pembubaran perusahaan pelat merah yang berpendapatan di bawah Rp50 miliar dilakukan untuk menghindari kerajaan-kerajaan kecil.

Pernyataan Erick ditegaskan saat rapat kerja dengan lembaga legislator, Komisi VI DPR RI pada Kamis, 2 November 2021. Dalam kesempatan itu, dia mencatat jumlah BUMN membludak bahkan ada yang bersaing di bisnis yang sama, sehingga pemegang saham kesulitan mengendalikan. 

"Sudah terlalu banyak, dikendalikan juga sulit, akhirnya punya kerajaan-kerajaan kecil, ketika dikonsolidasikan tidak mudah. Hal ini tidak efisien, makanya perlu ada yang dipangkas atau dibubarkan," ujar Erick, Kamis (2/12/2021). 

Menteri BUMN pun mengungkapkan terlalu banyak anak dan cucu usaha BUMN yang tidak efisien. Bahkan, keberadaan anak cucu BUMN hanya memberatkan keuangan induk perusahaan saja.

Dia mengaku merasa geram karena anak dan cucu perusahaan hanya menyedot keuntungan holdingnya saja. Sementara, secara bisnis anak-anak perusahaan negara tersebut tidak memberikan kontribusi signifikan.

Bahkan dia mengungkapkan banyak tuduhan bahwa BUMN mematikan bisnis pengusaha daerah. 

"Selama ini BUMN dituduh mematikan perusahaan daerah, pengusaha daerah. Lebih baik main yang besar-besar, kalau banyak anak cucu lagi, disedot lagi profit besar, akhirnya KKN diantara mereka akhirnya jatuh," kata Erick Thohir.

Dia mengungkapkan, sebanyak 74 perusahaan pelat merah sudah dibubarkan, terdiri dari anak dan cucu BUMN. Adapun perseroan yang dibubarkan itu antara lain 13 anak dan cucu usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk,. 

Lalu, 26 anak dan cucu PT Pertamina (Persero), dan 24 anak dan cucu usaha PTPN Group atau Holding Perkebunan Nusantara. Selanjutnya, ada pula anak usaha dan cucu PT PLN (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Rencana pembubaran atau penutupan perusahaan milik negara, salah satunya melalui skema swastanisasi perusahaan dengan tingkat pendapatannya di bawah standar atau kecil.

Kendati demikian, Erick memastikan, efisiensi yang dilakukan tidak berdampak pada pengurangan karyawan BUMN. Kepastian itu didasarkan pada keyakinan bila efisiensi jumlah anak dan cucu BUMN akan membuat bisnis perusahaan berkembang lebih baik.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: