Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Legislator Fraksi Partai Perindo Dina Masyusin Dukung Pelatihan Kerja Pemuda di Rawa Buaya: Banyak yang Kreatif
Advertisement . Scroll to see content

Pemerintah Ajak Pesaing Bikin Modul Pelatihan Gratis di Kartu Prakerja

Selasa, 19 Mei 2020 - 17:42:00 WIB
Pemerintah Ajak Pesaing Bikin Modul Pelatihan Gratis di Kartu Prakerja
Kartu Prakerja. (Foto: ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Program Kartu Prakerja yang belum lama ini diluncurkan lewat prakerja.go.id mendapatkan saingan baru, prakerja.org. Laman itu muncul sebagai bentuk kritik terhadap Kartu Prakerja yang menawarkan pelatihan berbayar.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari mengatakan, Kartu Prakerja menawarkan ekosistem yang inklusif. Dengan kata lain, semua pihak bisa berkontribusi untuk memberikan pelatihan dalam program tersebut.

"Kalau misalnya ada teman-teman yang punya modul bagus, mau didonasikan, dibagi kepada peserta Kartu Prakerja bisa kemudian ditulis harganya Rp1 atau Rp0, itu bisa, jadi kita tidak perlu bersitegang antara yang gratis dengan tidak gratis, yang murah dengan mahal, semuanya ada disediakan di ekosistem kartu prakerja," kata Denni, Selasa (19/5/2020).

Denni akan akan terus mendengar masukan atau saran dari berbagai pihak mengenai Kartu Prakerja agar terus berjalan dengan relevan. Dalam sistem Kartu Prakerja, peserta bebas memilih modul pelatihan yang dibutuhkan. Hal tersebut berbeda dengan pelatihan reguler yang selama ini diselenggarakan oleh kementerian/lembaga (K/L).

"Kenapa kemudian kita memberikan kewenangan atau hak penuh kepada peserta karena kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih sendiri pelatihannya," ucap Denni.

Oleh karena itu, Denni menilai tidak ada kompetisi apapun terkait Kartu Prakerja. Pasalnya, Kartu Prakerja bukan satu-satunya pelatihan yang ada dalam program pemerintah.

"Selama ini pemerintah lewat APBN itu mendanai BLK, LKP, LPK, termasuk beberapa lembaga pelatihan kita kenal kemudian kontrak melalui barang dan jasa dan kemudian harga pelatihan dipatok dan kemudian peserta akan berlatih. Ini berbeda," kata dia.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut