Pemerintah Dorong TKDN Produk Alkes, Argon Group Rambah Bisnis Manufaktur

Jeanny Aipassa ยท Kamis, 30 Juni 2022 - 14:32:00 WIB
Pemerintah Dorong TKDN Produk Alkes, Argon Group Rambah Bisnis Manufaktur
Presiden Direktur Argon Group, Krestijanto Pandji. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Argon Group fokus merambah bisnis manufaktur alat kesehatan (alkes) di Indonesia, seiring kebijakan pemerintah yang mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk farmasi dan alkes.   

Seperti diketahui, pemerintah mendorong TKDN industri farmasi dan alkes sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2016 dan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 16 Tahun 2020. 

Melalui peraturan tersebut, ditetapkan rata-rata TKDN berupa pemakaian bahan baku lokal untuk produk alkes sebesar 43 persen pada 2021, dan meningkat menjadi 50 persen pada 2024. 

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan industri farmasi dan alkes masuk dalam tujuh prioritas roadmap Making Indonesia 4.0, di mana diharapkan dunia usaha memanfaatkan peluang ini untuk mengisi pasar alat kesehatan dalam negeri. 

Terkait dengan itu, Argon Group yang merupakan distributor terbesar produk farmasi dan alkes di Indonesia, memutuskan untuk membangun pabrik alkes yang akan memproduksi alat-alat kesehatan sesuai kebutuhan di dalam negeri. 

"Dengan kebijakan pemerintah yang mendorong TKDN produk farmasi dan alkes, kami melihat ada kepastian pasar, sehingga kami memutuskan untuk merambah bisnis manufaktur produk alkes dengan membangun pabrik," kata Presiden Direktur Argon Group, Krestijanto Pandji, di Jakarta, Kamis (30/6/2022). 

Menurut dia, dengan kepastian pasar di dalam negeri, bisnis manufaktur produk farmasi dan kesehatan berpeluang tumbuh dengan margin sekitar 2-3 kali lipat dibandingkan bisnis distribusi produk farmasi dan alkes. 

"Sekarang pemerintah punya kebijakan TKDN, dan ini memberi kepastian pasar. Jadi hitungan kami tepat masuk ke bisnis manufaktur, bangun pabrik, karena marginnya lebih tinggi, bisa 2-3 kali lipat dibandingkan bisnis distribusi (produk farmasi dan alkes)," ujar Krestijanto. 

Saat ini, Argon Group telah membangun pabrik produk farmasi dan alkes di kawasan industri Jababeka 2, Cikarang, Jawa Barat. Ada 10 produk alkes yang akan menjadi fokus bisnis manufaktur perseroan, namun akan dikembangkan secara bertahap.  

"Pabriknya sudah dibangun di Jababeka 2, Cikarang, Jawa Barat. Sekarang sedang tahap penyelesaian. Januari 2023 mulai operasional. Untuk tahap awal kami akan produksi kasa dan pembalut luka atau Gauze & wound dressing," ungkap Krestijanto.

Dia mengungkapkan, ada 10 produk alkes yang menjadi fokus produksi perseroan, karena penggunaannya dari sisi volume cukup besar. Ke-10 produk farmasi dan alat kesehatan tersebut antara lain : 

1. Alat suntik
2. Infus set termasuk three way slang dan three way stopcock
3. Sarung tangan bedah
4. Kateter
5. Kasa dan pembalut luka/gauze & Wound Dressing
6. Wadah penyimpanan dan transport spesimen
7. Jarum suntik
8. Kapas alkohol
9. Alat pengumpul sampel darah
10. Masker medis, masker bedah, shoe cover, cap, coverall surgical gown dan medical googles.

"Kami akan fokus di 10 produk alkes ini karena dari sisi volume penggunaannya sangat besar tapi belum diproduksi di dalam negeri. Makanya kalau kami bisa produksi dan mendukung kebijakan TKDN dari pemerintah, ini bisa menutup keran impor produk alkes karena sudah bisa diproduksi di dalam negeri," tutur Krestijanto.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda