Pemerintah Siapkan Skema Pendistribusian Minyak Goreng Subsidi supaya Tepat Sasaran

Advenia Elisabeth ยท Senin, 10 Januari 2022 - 11:35:00 WIB
Pemerintah Siapkan Skema Pendistribusian Minyak Goreng Subsidi supaya Tepat Sasaran
Pemerintah siapkan skema pendistribusian minyak goreng subsidi supaya tepat sasaran. (Foto: Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah sedang mempersiapkan secara matang skema distribusi subsidi minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp14.000 per liter ke pasaran. Pasalnya, jumlah minyak goreng yang digelontorkan tidak sedikit, yakni sebanyak 1,2 miliar liter dan harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia. 

"Skema (pendistribusian) sedang kami siapkan," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan kepada MNC Portal Indonesia, Senin (10/1/2022).

Jika skema sudah matang, implementasi penjualan minyak goreng di pedagang bisa sesuai arahan pemerintah. Artinya, tidak ada pedagang yang memainkan harga kepada konsumen. Selain itu, minyak goreng subsidi bisa sampai tepat sasaran, yakni masyarakat kelas bawah.

Sementara itu, pemerintah akan melibatkan 70 produsen minyak goreng dan 225 jasa pengemasan untuk penyediaan miliaran liter minyak goreng bersubsidi tersebut.

Pemerintah sebelumnya juga sudah menggelontorkan 4 juta liter minyak goreng ke 47.000 gerai pasar moderen. Distribusi tersebut, menjadi bagian dari 11 juta liter minyak goreng yang digelontorkan pemerintah dalam operasi pasar minyak goreng Rp14.000 per liter.  

Ternyata pada proses pendistribusian 4 juta liter itu terjadi kendala. Oke menjelaskan, wilayah Timur Indonesia belum kebagian bantuan subsidi minyak goreng. Itu lantaran produsen minyak goreng baru mendistribusikan di pasar-pasar daerah jangkauan produsen.

"Ada kendala karena ini sifatnya perhatian produsen maka kebanyakan disalurkan di daerah-daerah jangkauan produsen sehingga untuk wilayah timur masih banyak yang kosong," ucap Oke. 

Adapun kenaikan harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh harga crude palm oil (CPO) dunia yang naik menjadi 1.340 dolar AS per metrik ton (MT).

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda