Pemerintah Targetkan Bangun Jalan Tol 18.000 Km, Begini Tahapannya

Dani M Dahwilani ยท Minggu, 22 November 2020 - 06:09 WIB
Pemerintah Targetkan Bangun Jalan Tol 18.000 Km, Begini Tahapannya

Dalam rencana jangka panjang, pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol mencapai 18.000 km. (Foto: Istimewa/BPJT)

JAKARTA, iNews.id - Panjang jalan tol di Indonesia hingga 2019 mencapai 2.093 kilometer (km), naik tajam dari 2014 hanya 795 km. Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol 18.000 km.

Adapun selama 2020-2024, jalan tol baru akan dibangun sepanjang 2.724 km. Ini menjadikan bisnis sistem transportasi nasional menjanjikan, seiring masifnya pembangunan jalan tol. 

Plt Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mahbullah Nurdin mengungkapkan, transformasi bisnis jalan tol di Indonesia terdiri atas empat tahap. Pertama, inisiasi yang dimulai pada 1978-2005, kemudian konsolidasi 2005-2014, akselerasi 2014-2019, berikutnya transformasi inovasi dan modernisasi (TIM) pada 2019-2024.

Dia menjelaskan, transformasi berarti penciptaan nilai tambah, kemudian inovasi tumbuhnya gagasan baru, serta modernisasi menekankan pada pengalaman pengguna tol serta manajemen jalan tol. Modernisasi meliputi sistem transaksi, lalu lintas, dan aset infrastruktur. 

“Salah satu modernisasi yang kami lakukan adalah sistem pembayaran. Sistem transaksi tol berubah dari tunai menjadi nontunai. Ke depan, kami akan masuk MLFF (multilane free flow) yang masih dalam tahap pelelangan,” ujarnya, dalam diskusi virtual Bisnis Sistem Transportasi di Tengah Pandemi Covid-19 dilansir Minggu (22/11/2020). 

Setiap tahun, bisnis sistem pembayaran tol rata-rata tumbuh 20 persen. Di mana dalam dua tahun ke depan, nilai pengadaan sistem pembayaran transportasi jalan tol diprediksi mencapai Rp4 triliun. Di luar itu, ada potensi bisnis dari penggantian (replacement) perangkat senilai Rp2 triliun.

Editor : Dani Dahwilani

Halaman : 1 2 3 Tampilkan Semua