Pemprov Jabar Mulai Bangun PSEL Legok Nangka, KDM: Solusi Permanen Sampah Bandung Raya
Selain menyelesaikan persoalan sampah, Dedi menilai PSEL Legok Nangka akan memperkuat ketahanan energi Jawa Barat. Energi listrik yang dihasilkan diharapkan mampu mendukung kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing investasi.
Dia menegaskan, Pemprov Jabar juga tengah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mempermudah investasi, termasuk mendorong pembangunan infrastruktur kelistrikan agar beban biaya yang selama ini ditanggung investor dapat dikurangi.
“Dalam pandangan saya, daerah yang tertata kawasannya, tertata hutannya, tertata sumber airnya, tertata pengelolaan sampahnya, daerah itu akan secara ekonomi mengalami pertumbuhan yang cepat tanpa kerusakan lingkungan,” tuturnya.
Di sisi lain, Dedi memastikan Pemprov Jabar akan mengawal pembangunan PSEL Legok Nangka agar terbebas dari praktik premanisme maupun pungutan liar yang berpotensi menghambat proyek.
“Saya menyatakan perang terhadap premanisme. Di proyek Legok Nangka ini saya akan minta Pak Kapolda dan Pak Pangdam jaga 24 jam. Nggak boleh datang siapa pun ke sini untuk minta ritase pengiriman pasir, minta ritase pengiriman batu, dan sejenisnya,” ucapnya.
Dedi berharap kehadiran PSEL Legok Nangka tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah regional, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih, memperkuat pasokan energi, serta meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Jawa Barat.