Pendapatan Anjlok, KAI Usulkan Harga Tiket Naik

Okezone ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 20:57 WIB
Pendapatan Anjlok, KAI Usulkan Harga Tiket Naik

PT Kereta Api Indonesia mempertimbangkan skenario kenaikan harga tiket KA di tengah pandemi virus corona (Covid-19) saat new normal nanti. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempertimbangkan sejumlah skenario di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Salah satunya kenaikan tiket kereta api (KA) pada saat new normal.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, skenario kenaikan ini menyusul adanya social distancing atau physical distancing. Dalam pemberlakuan physical distancing jumlah penumpang dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas tersedia

"Apabila okupansi kereta hanya 50 persen maka perlu adanya penyesuaian tarif," ujarnya, dalam teleconference, Jumat (22/5/2020).

Menurut Didiek, tidak semua tarif kereta naik. Kenaikan hanya berlaku untuk moda transportasi jarak jauh.

"Apabila okupansi 50 persen di pesawat udara, kemungkinan kami akan ajukan kenaikan tarif. Namun logikanya kenaikan tarif ini hanya untuk kereta jarak jauh. Kalau untuk commuter relatif tetap," kata Didiek.

Skenario kedua adalah jika angkutan new normal yang dimaksud adalah penumpang yang diangkut bisa penuh. Maka perseroan akan meningkatkan protokol pencegahan Covid-19 secara lebih ketat dengan memberikan alat pelindung wajah (face Shield).

Penumpang akan dilengkapi pakai face shield dan pemeriksanaan suhu dilakukan 3 jam sekali. Kemudian setiap 30 menit akan ada petugas yang membersihkan, seperti gagang pintu, toilet atau barang-barang yang rentan dipegang penumpang," ujarnya.

Didiek menambahkan, skenario tersebut masih belum bisa diputuskan. Mengingat, KAI masih menunggu kepastian kebijakan pemerintah mengenai new normal.

Seperti diketahui, pendapatan harian PT Kereta Api Indonesia anjlok hingga Rp24,2 miliar selama pandemi virus corona (Covid-19), atau hanya Rp800 juta per hari. Perusahaan pelat merah ini biasanya membukukan pendapatan Rp20-25 miliar per hari.

“Untuk pendapatan dari penumpang itu rata-rata harian Rp20-25 miliar dalam satu hari. Dalam masa Covid-19 ini, pendapatan harian hanya sekitar Rp800 jutaan,” kata Didiek.

Editor : Dani Dahwilani