Pendapatan Iklan Digital PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) Melesat 25 Persen di 2022
JAKARTA, iNews.id - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) membukukan iklan digital sebesar Rp2,534 triliun di tahun 2022, melesat 25 persen dibandingkan tahun lalu (YoY).
Pencapaian ini didorong oleh eksekusi yang kuat di seluruh platform digital Perseroan, seperti RCTI+ (AVOD superapp), portal online (iNews Media Group), dan monetisasi media sosial yang berkelanjutan.
Bisnis konten dan IP Perseroan telah menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan, dengan membukukan pendapatan sebesar Rp1,795 triliun sepanjang 2022, meningkat 22 persen dari tahun lalu.
Selain itu, MNCN juga terus memperluas distribusi dan lisensi kontennya dengan menghasilkan Rp720 miliar dari
penjualan pihak ketiga, naik 116 persen (YoY).
Rencana Right Issue MNC Digital Entertainment (MSIN) Disetujui OJK
Vision+ terus memberikan hasil yang luar biasa, menghasilkan pendapatan sebesar Rp423 miliar untuk FY-2022. Pada Januari 2023, Vision+ berkolaborasi dengan perusahaan yang berbasis di Malaysia, Panorama TV Asia Broadcast Sdn Bhd (Panorama).
Adapun Panorama merupakan anak perusahaan Digistar Corporation Berhad, sebuah perusahaan publik di bursa saham Malaysia dengan menandatangani perjanjian sebagai inisiatif untuk mendorong Vision+ agar lebih mapan dan memenuhi konten Indonesia yang sangat dicari di Malaysia.
Sepanjang 2022, MNCN membukukan pendapatan sebesar Rp9,065 triliun, turun 9 persen dari tahun 2021 (YoY). Penurunan ini terutama disebabkan implementasi Analog Switch Off (ASO) di wilayah Jabodetabek pada kuartal IV 2022, yang mengakibatkan banyak pengiklan menahan pengeluaran pemasaran mereka, terutama pada TV FTA yang mewakili sebagian besar dari pendapatan Perseroan sekitar 58 persen pada tahun 2022.
Pendapatan iklan perseroan di tahun 2022 tercatat sebesar Rp7,821 triliun, turun 15 persen dari Rp9,206 triliun di tahun 2021 (YoY). Meskipun terdapat turbulensi pada belanja iklan yang dihadapi oleh media tradisional perseroan, pertumbuhan iklan digital berhasil menopang penurunan pendapatan iklan MNCN secara keseluruhan.
Selain itu, pendapatan iklan non-digital turun 26 persen (YoY), lagi-lagi dikarenakan oleh implementasi ASO. Meskipun demikian, data perseroan menunjukkan MNCN masih memimpin dalam hal belanja iklan pada TV FTA dengan mendominasi kue iklan sebesar 44,9 persen selama Januari-December 2022.
Sepanjang tahun 2022, beban langsung Perseroan turun 8 persen YoY menjadi Rp3,622 triliun karena peningkatan efisiensi dari dua fasilitas studio, serta dimulainya sebagian produksi konten di Movieland.
Penurunan beban langsung juga dikarenakan oleh penurunan kesepakatan lisensi pihak ke-3 dengan studio konten asing, yang meningkatkan porsi konten lokal (hampir 100 persen diproduksi sendiri) menjadi 90 persen.
Adapun laba kotor MNCN turun 12 persen YoY menjadi Rp5,065 triliun dari Rp5,770 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini sangat dipengaruhi oleh penerapan Analog Switch Off (ASO) dan penurunan beban langsung yang lebih rendah dibandingkan top line perseroan.
EBITDA Perseroan pada FY-2022 tercatat sebesar Rp3,727 triliun, turun 11 persen YoY dibandingkan tahun sebelumnya. Ini mewakili margin EBITDA sebesar 41 persen. Sementara, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,244 triliun pada 2022, yang merupakan margin laba bersih sebesar 25 persen.
Pada 23 Maret 2023, Nielsen mengumumkan perluasan panelnya di Jawa, Sumatera, serta area lain yang sebelumnya tidak tercakup. Investasi terbaru Nielsen dalam pengukuran audiens Indonesia mencakup pengukuran digital serta penambahan Nielsen Identity System for Digital Ad Ratings (DAR), yang menyediakan sistem pengukuran lintas platform yang pada semua layar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pengiklan terhadap industri FTA di tengah implementasi ASO yang masih berlangsung.
”Saya bersyukur untuk tahun 2022, karena meskipun industri telah mengalami perubahan besar, Perseroan masih mempertahankan kepemimpinan nya dengan memberikan 40,5 persen pangsa pemirsa gabungan di seluruh saluran FTA-nya dan berhasil mendominasi pangsa iklan sebesar 44,9 persen," kata Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, dalam keterangan resmi, Sabtu (25/3/2023).
Dia menjelaskan, tahun ini juga merupakan tahun ekspansi dan kolaborasi, dengan berbagai inisiatif yang dihadirkan oleh unit digital kami, MSIN. Kedua Aplikasi super AVOD dan SVOD kami bekerja dengan sangat baik, portal online mendapatkan lebih banyak traksi, dan kehadiran kami dalam media sosial juga semakin besar.
"Secara keseluruhan, Perseroan siap untuk masuk ke babak selanjutnya dan bersemangat untuk memasuki tahun 2023 dengan banyak peluang yang akan datang," ujar Hary Tanoesoedibjo.
Editor: Jeanny Aipassa