Pendapatan Usaha IATA Melesat 122 Persen di 2021 Berkat Akuisisi BCR

Anggie Ariesta · Rabu, 18 Mei 2022 - 15:32:00 WIB
Pendapatan Usaha IATA Melesat 122 Persen di 2021 Berkat Akuisisi BCR
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), di Jakarta, Rabu (18/5/2022). (Foto: MPI/Anggie Ariesta)

JAKARTA, iNews.id - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) membukukan pendapatan usaha sebesar 17,162 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp252,314 miliar di tahun 2021. Pendapatan usaha IATA tersebut, melesat 122 persen dibandingkan 7,723 dolar AS di tahun 2020.  

Direktur IATA, Kushindrarto, mengatakan peningkatan pendapatan perseroan antara lain berkat akuisisi PT Bhakti Coal Resources (BCR), dimana konsolidasi laporan laba/rugi usai pengambilalihan telah dirampungkan per 1 Desember 2021. Artinya kinerja keuangan BCR per Desember 2021 telah masuk dalam laporan keuangan IATA.

"Kenaikan pendapatan ini dipengaruhi oleh dari sumber pertambangan dimana Perseroan pada tahun 2021 Perseroan mengakuisisi BCR," ujar Kushindrarto dalam paparan, di Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) IATA, di Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, IATA mencetak laba bruto sebesar 1,6 juta dolar AS pada 2021. Sedangkan laba (rugi) bersih sebesar 460.200 dolar AS yang artinya menekan kerugian 93 persen pada 2020 sebesar 6,4 juta dolar AS.

"Dengan laporan konsolidasi dari akuisisi BCR, hanya dengan profit satu bulan saja dapat meningkatkan laba bruto dan menekan kerugian," kata Kushindrarto.

Sedangkan pencapaian Ebitda IATA di tahun 2021 yang positif menjadi 4,5 juta dolar AS dari pada periode sebelumnya di tahun 2020 -842.000 dolar As.

"Kenaikan ini juga pengaruh dari ekspansi perusahaan dimana pada 2021 perusahaan telah mengkonsolidasikan BCR dengan sangat baik," ungkap Kushindrarto.

Selain itu, lanjutnya, jumlah aktiva yang diperoleh di tahun 2021 sebesar 101,64 juta dolar AS, naik dibandingkan 53,89 juta dolar AS di tahun 2020. Jumlah liabilitas juga meningkat menjadi 212 juta dolar AS dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 38,9 juta dolar AS.

Kemudian jumlah ekuitas di tahun 2021 sebesar 110,3 juta dolar AS dibanding periode sebelumnya hanya 14,9 juta dolar AS.

Kontribusi pendapatan perseroan dalam jasa pelabuhan dan pertambangan naik 54 persen di 2021 menjadi 9,18 juta dolar AS. Serta dari jasa penyewaan dan perawatan pesawat naik 46 persen menjadi 7,9 juta dolar AS.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: