Penerbangan Dibatasi, Singapore Airlines Ubah Pesawat Jadi Restoran

Djairan ยท Selasa, 29 September 2020 - 23:44 WIB
Penerbangan Dibatasi, Singapore Airlines Ubah Pesawat Jadi Restoran

Maskapai Singapore Airlines (SIA) akan mengubah salah satu pesawat berbadan besar Airbus A380 menjadi sebuah restoran sementara. (Foto; AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Maskapai Singapore Airlines (SIA) akan mengubah salah satu pesawat berbadan besar Airbus A380 menjadi sebuah restoran sementara. Hal itu dilakukan sebagai upaya maskapai untuk mencoba cara baru agar tetap beroperasi di tengah anjloknya perjalanan udara akibat Covid-19.

Pesawat tersebut akan diparkir di Bandara Changi pada 24-25 Oktober 2020. Pemesanan tiket akan dimulai pada 12 Oktober. Pesawat A380 biasanya dapat menampung hingga sekitar 470 penumpang, namun kapasitas itu tampaknya akan dikurangi guna menjaga jarak sesuai protokol kesehatan.

“Ada banyak inisiatif dan ide dari pelanggan kami selama beberapa minggu terakhir, dan saya ingin berterima kasih kepada semua orang atas ide dan saran hebat mereka. Kami sangat terdorong dan bersyukur atas antusiasme dan semangat yang kami lihat untuk mendukung SIA," ujar CEO SIA, Goh Choon Phong dikutip dari The Straits Times pada Selasa (29/9/2020).

Pengunjung yang ingin mengunjungi restoran Airbus A380 itu dapat memilih kelas kabin yang mereka inginkan. Menunya akan menghadirkan masakan internasional dan lokal yang disesuaikan. Setiap makanan akan datang dengan dua minuman beralkohol gratis dan minuman lainnya sepuasnya.

Pengunjung akan mendapatkan fasilitas lainnya, seperti diskon belanja KrisShop dan goodie bag. Mereka yang datang dengan pakaian tradisional seperti sarung kebaya, cheongsam atau saree akan mendapatkan hadiah ekstra. Baik kru maupun pengunjung tetap harus mengenakan masker wajah saat berada di pesawat, kecuali saat makan atau minum.

SIA telah mengalami kerugian bersih senilai 817 juta Dolar AS (Rp12,2 triliun) hingga Juni. Maskapai juga telah merumahkan sekitar 20 persen tenaga kerjanya, hingga menjual berbagai makanan penumpang kelas satu dan bisnis. Berbagai upaya dilakukan agar maskapai yang bergantung pada rute perjalanan internasional itu dapat bertahan dari krisis. 

Editor : Ranto Rajagukguk