Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan
Advertisement . Scroll to see content

Imbas Covid-19, Singapore Airlines PHK 4.300 Karyawan

Jumat, 11 September 2020 - 13:40:00 WIB
Imbas Covid-19, Singapore Airlines PHK 4.300 Karyawan
Singapore Airlines tak dapat menghindari pukulan hebat pandemi Covid-19. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

SINGAPURA, iNews.id - Singapore Airlines tak dapat menghindari pukulan hebat pandemi Covid-19. Maskapai penerbangan utama Singapura itu mengumumkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 4.300 karyawan dan menjadi pemangkasan yang pertama sejak wabah SARS pada 2003.

Pemangkasan juga akan meliputi karyawan di anak usaha SilkAir dan Scoot Tigerair. Tidak seperti banyak maskapai sejenis lainnya, Singapore Airlines pada awalnya berhasil menolak PHK meskipun beberapa staf sempat dipindahkan untuk bekerja di rumah sakit, layanan sosial dan jaringan transportasi Singapura. Maskapai tersebut sangat rentan karena tidak memiliki pasar domestik untuk diandalkan.

“Harus melepaskan staf kami yang berharga dan berdedikasi adalah keputusan tersulit dan paling menyakitkan yang harus saya buat dalam 30 tahun saya bersama SIA. Beberapa minggu ke depan akan menjadi momen terberat dalam sejarah Grup SIA," ujar CEO Singapore Airlines, Choon Phong Goh dikutip dari Bloomberg pada Jumat (11/9/2020).

Keputusan itu menunjukkan, operator top dunia sekalipun tidak dapat menghindari krisis keuangan terbesar dalam sejarah industri penerbangan akibat pandemi Covid-19. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan lalu lintas penumpang tidak akan pulih ke level semula hingga tahun 2024.

"Ketika pertempuran melawan Covid-19 dimulai, tidak ada dari kita yang dapat memprediksi dampaknya yang menghancurkan seluruh industri penerbangan. Delapan bulan ke depan, jumlah operator yang bangkrut terus meningkat, masih belum jelas siapa yang pada akhirnya akan selamat dari krisis ini," kata Choon.

Pemangkasan karyawan terpaksa dilakukan meskipun Singapore Airlines telah mengumpulkan sekitar 11 miliar dolar Singapura melalui pinjaman dan rights issue Juni, juga menerima bantuan dari program dukungan pemerintah. Kementerian Keuangan Singapura mengatakan, telah menghabiskan sekitar 15 miliar Dolar Singapura terhitung Juli lalu untuk membantu perusahaan-perusahaan membayar gaji pegawai.  

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut