Pengakuan Adik: Elon Musk Jago Bisnis tapi Kurang Empati

Suparjo Ramalan ยท Minggu, 16 Januari 2022 - 17:31:00 WIB
Pengakuan Adik: Elon Musk Jago Bisnis tapi Kurang Empati
Kimbal Musk sebut Elon Musk jago bisnis tapi kurang empati.

NEW YORK, iNews.id - Elon Musk merupakan orang paling kaya di bumi. Musk merupakan pengusaha yang sukses menjalankan dua perusahaan teknologi paling inovatif dan berharga di dunia. 

Menurut data Bloomberg, Musk memiliki kekayaan bersih sebesar 269 miliar dolar AS atau setara Rp3.846 triliun. Sementara nilai kapitalisasi pasar Tesla baru-baru ini menembus 1,1 triliun dolar AS dan SpaceX bernilai 100,3 miliar dolar AS.

Namun menurut adik laki-lakinya, Kimbal Musk, meski CEO Tesla dan SpaceX berusia 50 tahun itu adalah pengusaha jenius tapi dia minim empati. Kesuksesannya di dunia bisnis tampaknya tidak meluas ke keterampilan interpersonalnya. Pengakuan ini juga datang dari teman, musuh, dan Musk sendiri beberapa tahun terakhir.

"Saya menemukan kembali mobil listrik dan saya mengirim orang ke Mars dengan roket. Apakah Anda pikir saya juga akan menjadi pria normal yang dingin?" kata triliuner itu pada Mei lalu saat menjadi pembawa acara Saturday Night Live NBC, dikutip dari CNBC, Minggu (16/1/2022).

Pada 2015, penulis dan jurnalis Ashlee Vance menerbitkan biografi Musk setebal 400 halaman. Dia mengatakan, Musk memiliki jenis empati yang paling aneh.

"Dia tidak memiliki banyak empati antarpribadi, tetapi dia memiliki banyak empati terhadap umat manusia. Saya pikir dia memiliki serangkaian emosi yang sama sekali berbeda dari orang rata-rata,” ujar Vence.

Sementara itu, penelitian menunjukkan bos yang berempati dapat membuat sebagian besar karyawannya merasa jauh lebih produktif dan terlibat. Dalam survei yang diterbitkan nirlaba Catalyst, 61 persen responden dengan pemimpin senior yang sangat berempati mengatakan, mereka merasa inovatif secara konsisten di tempat kerja, dibandingkan dengan hanya 13 persen responden lainnya.

Demikian pula 76 persen orang mengatakan, mereka memiliki bos yang peduli melaporkan sering atau selalu terlibat di tempat kerja, dibandingkan dengan hanya 32 persen dari mereka yang memiliki bos kurang empati.

Musk tampaknya cocok dengan kategori yang terakhir. Selama bertahun-tahun, dia mengatakan, eksplorasi dan perjalanan ruang angkasa sangat penting untuk kelangsungan hidup umat manusia, dan kendaraan listrik dapat membantu memerangi perubahan iklim. Tetapi beberapa karyawan dan mantan karyawannya mengatakan, mereka dipaksa untuk berada dalam tempat kerja yang toxic untuk mengerjakan proyek yang berpotensi mengubah dunia itu.

Bahkan setelah Musk dinobatkan sebagai Person of the Year oleh Time pada Desember tahun lalu, mantan teknisi SpaceX Ashley Kosak menulis opini untuk publikasi online Lioness, yang mengungkapkan dia dilecehkan selama masa jabatannya. Menurutnya, Musk berkontribusi menciptakan suasana tempat kerja seperti itu.

"Elon membuat janji yang tidak dia pertanggungjawabkan, secara tidak perlu menghilangkan sumber daya dari orang-orang yang bekerja sendiri ke ambang kelelahan, dan kemudian mengirim pesan ancaman untuk mengingatkan mereka bahwa usaha mereka tidak akan pernah cukup," tulis Kosak.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: