Pengelola Mal Syaratkan Pengunjung Patuhi Protokol Kesehatan

Djairan ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 16:01 WIB
Pengelola Mal Syaratkan Pengunjung Patuhi Protokol Kesehatan

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat (kiri) saat berbincang di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (26/6/2020).(Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemprov DKI Jakarta mengizinkan pusat perbelanjaan (mal) kembali beroperasi kembali sejak 15 Juni. Pembukaan itu diiringi dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat berpesan kepada warga untuk tidak takut mengunjungi mal.

"Silakan datang ke pusat perbelanjaan karena kami yakin keluarga tahu cara merawat kesehatan keluarganya masing-masing, di sisi lain mal telah melakukan protokol kesehatan yang akan memberikan kenyamanan dan keamanan pengunjung," katanya, Jumat (26/6/2020).

Ellen mengatakan, sebanyak 80 mal sudah dibuka secara serentak pada minggu lalu. Protokol Covid-19 diterapkan mulai dari pengunjung mau masuk mal.

"Pengunjung mal sudah dibuatkan antrian masuk, tempat cuci tangan, wajib memakai masker dan diukur suhu tubuhnya 37,5 derajat. Jika melebihi, maka akan dipersilakan pulang baik pengunjung ataupun karyawan, kapasitas mal pun hanya 50 persen," ucapnya.

Di dalam mal, kata Ellen, dipasang tanda-tanda sebagai alur jalan untuk pengunjung. Di samping itu, lift dioperasikan dalam kapasitas terbatas maksimal 7-8 orang. Eskalator juga diberikan tanda dengan jarak tiga langkah.

Protokol juga diterapkan di restoran lewat penataan kursi yang boleh dan tidak boleh diduduki. Musala di mal juga diatur jarak antar jemaah di samping tidak ada karpet dan wajib membawa peralatan salat sendiri. Di toilet juga dibuat antrean.

CEO Emporium Mall itu menambahkan, pengelola melakukan inovasi dengan menggunakan sensor di beberapa titik untuk mengurangi sentuhan fisik.

"Sebagian besar pusat belanja di DKI menerapkan sensor, seperti tombol lift, hand sanitizer dan karcis parkir pun menggunaan sensor sehingga mengurangi kontak fisik," ujar Ellen.

Semua protokol ini, kata dia, diawasi Tim Gugus Kendali Covid-19 yang dibentuk oleh pengelola mal. Tim ini beranggotakan petugas keamanan dan manajemen pusat perbelanjaan.

"Ada Tim Gugus Kendali Covid di tiap pusat belanja yang terdiri sekuriti dan manajemen yang akan mengawasi dan menegur pengunjung yang tidak mentaati protokol kesehatan," katanya.

Editor : Rahmat Fiansyah