Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bertemu Prabowo di Istana, Bahlil Beberkan Rencana Pembangunan PLTS
Advertisement . Scroll to see content

Pengembangan PLTS Atap Serap 120.000 Tenaga Kerja

Kamis, 10 Februari 2022 - 15:00:00 WIB
Pengembangan PLTS Atap Serap 120.000 Tenaga Kerja
Pengembangan PLTS Atap akan serap 120.000 tenaga kerja. (Foto: iNews.id/Irfan Ma"ruf).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pengembangan PLTS Atap akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, seperti mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pendukung PLTS domestik, mendorong green product sektor jasa dan green industri untuk menghindari carbon border tax di tingkat global. Selain itu, juga akan menyerap ratusan ribu tenaga kerja. 

"Adanya penyerapan tenaga kerja lebih dari 120.000 orang, peningkatan investasi sekitar Rp50 triliun, dan mengurangi emisi karbon sebesar 4,5 juta CO2," kata dia dalam Peluncuran Hibah SEF Insentif PLTS Atap, Kamis (10/2/2022).

Adanya hibah ini tidak hanya mendorong masyarakat memasang PLTS atap, khususnya pelanggan PLN pada kategori rumah tangga, bisnis dan industri skala kecil-menengah/UMKM, dan sosial, namun bisa mempercepat implementasi program PLTS Atap secara masif. Di samping itu, juga berkontribusi terhadap capaian target energi baru terbarukan pada bauran energi nasional.

Arifin menjelaskan, inovasi pembiayan ini juga akan meningkatkan minat investor dan masyarakat terhadap pemanfaatan energi surya. 

"Insentif ini diharapkan dapat mencapai nilai keekonomian PLTS Atap, sehingga investasinya menjadi lebih menarik dan dapat mendorong pemasangan PLTS Atap secara masif dan berkontribusi pada pencapaian target EBT maupun penurunan emisi GRK," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Norimasa Shimomura mengungkapkan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada UNDP dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada energi bersih dan perubahan iklim.

"Program insentif ini merupakan contoh strategi pemulihan hijau karena berfokus pada usaha kecil menengah, rumah menengah, dan sektor sosial. Dukungan insentif diberikan untuk mendorong investasi hijau, yang akan mendorong kegiatan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mengurangi biaya listrik, dan mengurangi emisi gas rumah kaca," tutur Shimomura. 

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut