Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Ungkap Alasan Kebut Proyek Hilirisasi: Sudah Terlalu Lama Petani, Nelayan, Buruh Tidak Sejahtera 
Advertisement . Scroll to see content

Pengusaha Jamu Lebih Pilih Ekspor Bahan Mentah Dibanding Barang Jadi, Ini Alasannya

Rabu, 27 September 2023 - 17:26:00 WIB
Pengusaha Jamu Lebih Pilih Ekspor Bahan Mentah Dibanding Barang Jadi, Ini Alasannya
DPP GP Jamu dan Obat-obatan Tradisional Indonesia menyebut, saat ini banyak pelaku usaha lokal yang lebih memilih berjualan barang mentah ketimbang jadi. (Foto: Ilustrasi/Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

"Kita tahu Kementerian itu sebentar sebentar ganti pejabat, jadi kalau ganti pejabat lagi belum tentu melanjutkan dengan cepat atau justru memulai ulang lagi dari awal. Saya berharap ada satu lembaga itu yang fokus menangani jamu dari hulu ke hilir," tuturnya.

Menurutnya, saat ini para pelaku di industri jamu sendiri beberapa sudah mengikuti regulasi yang dibentuk oleh Pemerintah. Misalnya, sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kemudian sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) atau MUI dengan logo berwarna Hijau. Perizinan berbeda juga ada dari Kementerian Kesehatan yang waiib di ikuti oleh pelaku usaha.

"Tapi semua itu terpisah, terputus-putus, tapi karena ini regulasi, tetap kita ikuti, walaupun dengan kondisi yang tidak mudah, karena bahan baku kita sebetulnya bagus dan banyak diminiati pihak luar," ucapnya.

Sehingga, menurutnya masalah yang dihadapi oleh para pelaku industri di dalam negeri itu sebetulnya datang dari pembuat regulasi itu sendiri. Pemerintah masih kurang memberikan sosialisasi dan pendampingan bagi para pelaku usaha ketika membuat suatu kebijakan.

"Pemerintah belum bisa membantu kendala yang dihadapi industri jamu saat tidak bisa memenuhi aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah, jadi kalau diharapkan Presiden dengan jumlah industri bertambah, tapi kalau terbentuk regulasi itu berat," ujar Dwi.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut