Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Vonis Eks Ketua PN Jaksel Diperberat Jadi 14 Tahun terkait Kasus Suap CPO
Advertisement . Scroll to see content

Pengusaha Sawit Sambut Baik Perpanjangan Pembebasan Pungutan Ekspor CPO hingga Desember 2022

Rabu, 02 November 2022 - 12:40:00 WIB
Pengusaha Sawit Sambut Baik Perpanjangan Pembebasan Pungutan Ekspor CPO hingga Desember 2022
Perpanjangan pembebasan tarif pungutan ekspor CPO jadi angin segar bagi pengusaha kelapa sawit di Indonesia. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memperpanjang pembebasan tarif pungutan ekspor (PE) minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) hingga Desember 2022. Hal ini jadi angin segar bagi pelaku usaha kelapa sawit di Tanah Air.

Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tofan Mahdi menyebut, total produksi sawit nasional sekitar 70 persen terserap di pasar ekspor. Terlebih, saat ini ada konflik Rusia-Ukraina yang turut meningkatkan permintaan minyak sawit Indonesia karena negara itu mengalami kekurangan pasokan minyak matahari. 

Dengan adanya pembebasan pungutan ekspor 0 dolar AS per metrik ton dapat menggairahkan para pengusaha kelapa sawit.

"Ketika pasokan minyak di negara Eropa, Rusia dan Ukraina seperti minyak matahari berkurang, maka yang paling mungkin dilakukan adalah memanfaatkan komunitas sawit Indonesia. Sehingga kami melihat bahwa posisi permintaan masih akan tetap tinggi," ujar Tofan dalam acara di IDX Channel, Rabu (2/11/2022).

Tofan menambahkan, kinerja kelapa sawit sudah kembali normal setelah beberapa waktu lalu diterpa banyak tantangan terkait ekspor. Sehingga dapat dikatakan hal ini baik untuk mencapai suatu industri kelapa sawit yang berkelanjutan. 

"Kalau kita mengikuti dinamika di industri minyak sawit yang terjadi pada tahun 2022 ini betapa banyaknya tantangan di industri sawit nah proses recovery untuk melewati tantangan ini perlu waktu. Tapi saat ini sudah kembali normal," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan, pemerintah memperpanjang kebijakan pembebasan tarif pungutan ekspor CPO dan turunannya hingga 31 Desember 2022. Namun, jika harga referensi CPO telah mencapai 800 dolar AS per metrik ton (MT), maka insentif tersebut akan dihapus.

Keputusan perpanjangan ini berdasarkan hasil rapat dengan Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada Senin (31/10/2022).

"Insentif ini kita pertahankan, tarif 0 dolar AS per MT diperpanjang sampai referensi harga lebih besar atau sama dengan 800 dolar AS per MT. Karena sekarang harganya masih sekitar 713 dolar AS per MT, jadi tarif PE 0 dolar AS/MT berlaku sampai bulan Desember," ucap Airlangga. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut