Penjualan Bir di Rusia Turun, Pendapatan Carlsberg Naik Jadi Rp70 Triliun
KOPENHAGEN, iNews.id - Salah satu perusahaan bir terbesar di dunia, Carlsberg membukukan pendapatan 32,99 miliar krona atau setara Rp70 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini. Pendapatan tersebut naik 6,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dikutip dari CNBC pada Kamis (15/8/2019), pendapatan perusahaan asal Denmark itu naik lantaran naiknya penjualan bir mahal, sehingga marjin laba operasional meningkat. Padahal, penjualan di Rusia turun.
Rusia merupakan pasar utama bagi Carlsberg. Pada semester I-2019, volume penjualan bir Carlsberg ke Negeri Beruang itu turun hingga 3 persen.
Penurunan penjualan di Rusia ditopang oleh kenaikan volume penjualan di Asia. Pendapatan bersih Carlsberg di Asia naik 15 persen dengan kenaikan volume penjualan 8,5 persen.
"Penjualan cukup kuat di Asia terus berlanjut seperti yang diperkirakan. Kelihatannya kinerja cukup bagus dilihat dari sisi volume dan harga, termasuk untuk bir khusus," ujar Henrik Hallengreen Laustsen, analis Jyscke Markets.
Rata-rata harga penjualan Carslberg meningkat 3 persen yang mengindikasikan bahwa perseroan menjual lebih banyak bir mahal. Alhasil, marjin laba operasional naik 1,6 persen menjadi 16 persen.
"Kami berhasil mencetak kinerja positif untuk 6 bulan pertama 2019, dengan perkembangan yang sehat, peningkatan marjin yang signifikan, dan arus kas yang kuat," ujar CEO Carlsberg, Cees 't Hart.
Editor: Rahmat Fiansyah