Penyaluran Kredit Bank Sumut ke Industri Manufaktur Melesat 446 Persen

Jeanny Aipassa ยท Sabtu, 01 Oktober 2022 - 14:17:00 WIB
Penyaluran Kredit Bank Sumut ke Industri Manufaktur Melesat 446 Persen
Direktur Utama Bank Sumut, Rahmat Fadilah Pohan. (Foto: istimewa)

MEDAN, iNews.id – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) berkomiten mendukung industri manufaktur dan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Direktur Utama Bank Sumut, Rahmat Fadillah Pohan, mengatakan hal itu terlihat dari penyaluran kredit ke industri manufaktur atau industri pengolahan yang melesat 446 persen pada semester I 2022 dibandingkan periode sama tahun lalu. 

Selain itu, Bank Sumut juga meningkatkan penyaluran kredit pada sektor konstruksi yang tumbuh sebesar 15 persen pada semester I 2022 (yoy).

“Tingginya pertumbuhan penyaluran kredit di dua sektor produktif tersebut sekaligus memunculkan optimisme perseroan terhadap perekonomian nasional yang kembali bangkit pasca-pandemi Covid-19. Kami akan terus mendukung agar sektor-sektor perekonomian yang bangkit bisa lebih terakselerasi,” kata Rahmat, dalam keterangan yang dikutip Sabtu (1/10/2022).

Dia mengungkapkan, Bank Sumut juga turut mendukung pelaku UMKM melalui pemberian fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Per 30 Juni 2022, outstanding penyaluran KUR Bank Sumut mencapai Rp 3,8 triliun atau naik 29 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp2,9 triliun. 

Komposisi pinjaman KUR terdiri dari Rp877 miliar digunakan untuk tujuan modal kerja, dan selebihnya sebesar Rp621 miliar untuk tujuan investasi. Dari sisi nasabah penerima, fasilitas tersebut telah disalurkan kepada 31.644 nasabah KUR atau naik sekitar 29 persen (yoy). 

“Ke depan, kami akan fokus untuk tetap memberikan fasilitas KUR dalam rangka untuk memberdayakan UMKM. Sebagaimana diketahui, pelaku usaha tersebut selama ini telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ungkap Rahmat.

Dia menjelaskan, Bank Sumut sangat mendukung kebangkitan ekonomi nasional seiring dengan pulihnya kegiatan dunia usaha dan konsumsi masyarakat.

Hal ini, lanjutnya, merupakan komitmen dari Bank Sumut untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional agar membaik dan pulih lebih cepat dari dampak pandemi. 

"Kami akan terus membiayai sektor-sektor yang bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi sehingga bisa mengakselerasi perekonomian nasional, khususnya wi wilayah
Sumatera Utara,” ujar Rahmat. 

Dia menjelaskan, Bank Sumut tetap membukukan kinerja yang solid di tengah pandemi sepanjang tahun ini. Pada akhir semester I-2022, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp345 miliar, atau tumbuh 12,4 persen year on year.

Adapun outstanding penyaluran kredit hingga paruh pertama 2022 sebesar Rp26,36 triliun. Jumlah tersebut naik 8,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

Dari penyaluran kredit tersebut, perseroan berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (net) di level 1,61 persen atau membaik dari periode akhir Juni 2021 di level 2,12 persen.

Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan pada pertengahan tahun 2022 sebesar Rp34,43 triliun atau naik 7,1% year on year. Komposisi dana pihak ketiga terdiri dari deposito Rp13 triliun, tabungan Rp11,03 triliun, dan giro Rp10,4 triliun.

“Kami akan senantiasa menjaga kinerja yang telah dicapai oleh Bank Sumut agar selalu bisa memberikan value kepada para stakeholders kami,” tutur Rahmat.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda