Penyebab Inggris Krisis BBM hingga Warga Panic Buying

Aditya Pratama ยท Rabu, 29 September 2021 - 06:47:00 WIB
Penyebab Inggris Krisis BBM hingga Warga Panic Buying
Inggris krisis BBM hingga warga panic buying.

LONDON, iNews.id - Inggris mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat kekurangan sekitar 100.000 pengemudi kendaraan angkutan berat (HGV). Ini menyebabkan terganggunya distribusi dan terbatasnya pasokan BBM.

Dalam beberapa hari terakhir pemilik kendaraan telah mengantre panjang di SPBU untuk mendapatkan BBM, namun bensin kosong. Asosiasi Pengecer Bensin (Petrol Retailers Associaciont/PRA) memperkirakan pada Senin (27/9/2021), 50-90 persen SPBU di Inggris kehabisan BBM. 

Sehari setelahnya, Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps mengatakan situasi mulai stabil. Namun kenyataan di lapangan, warga masih panic buying, di mana antrean dan penutupan SPBU masih marak terjadi pada Selasa (28/9/2021). 

Kondisi ini menyebabkan kekhawatiran pekerja ensensial di sektor kesehatan dan perawatan sosial yang tidak bisa melakukan perjalanan untuk bekerja. Ketua British Medical Association Chaand Nagpaul mendesak pemerintah Inggris memberikan priortas akses BBM kepada petugas kesehatan.  

Dia menekankan, mereka bergantung pada BBM baik untuk perjalanan ke tempat kerja maupun untuk pekerjaan itu sendiri. 

"Setiap orang akan memiliki alasan mereka sendiri untuk perlu mengisi BBM, tetapi ketika SPBU kosong, ada risiko nyata staf Layanan Kesehatan Nasional (NHS) tidak akan bisa melakukan pekerjaan mereka, dan memberikan layanan dan perawatan penting kepada orang-orang yang sangat membutuhkannya,” kata dia, dikutip dari CNBC, Rabu (29/9/2021).

Sementara kelompok kampanye yang dipimpin dokter dari EveryDoctor juga menyerukan sejumlah langkah yang harus diambil untuk memastikan pekerja kunci dapat mengakses BBM. 

"Sudah waktunya bagi pemerintah untuk berbagi tanggung jawab atas kesejahteraan pasien kami dengan memprioritaskan bahan bakar untuk pekerja kunci," kata Kepala Eksekutif EveryDoctor Julia Grace Patterson.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: