Penyeragaman Golongan Listrik Picu Pemborosan, Ini Alasannya
JAKARTA, iNews.id – Rencana pemerintah yang mengimplementasikan penyederhanaan golongan listrik justru membuat penghematan konsumsi setrum rumah tangga yang kerap diserukan jadi sekadar slogan. Masyarakat dengan golongan listrik tegangan rendah berpotensi boros terhadap penggunaan setrum karena berpindah ke tegangan yang lebih tinggi.
Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan, penyederhanaan golongan listrik hanya membuat pemakaian listrik per tahunnya lebih besar. Otomatis, ini juga berimbas pada beban biaya listrik rumah tangga yang dinilai akan makin besar.
Marwan meminta penjelasan yang rinci mengenai tujuan diadakannya penyederhanaan. Sebab, rencana ini tiba-tiba muncul tanpa penjelasan yang jelas. "Nah karena itulah saya tidak bilang ini untuk ditolak tapi saya mau penjelasan pada publik itu dilakukan dengan seksama supaya kita paham bahwa ini membantu semua. Lalu ini jangan ada hal-hal negatif jangan ada kepentingan di sana dalam hal pengadaan misalnya," tutur dia.
Pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat jika penyederhanaan ini memang lebih baik atau dibutuhkan. Selain itu, dengan adanya perubahan daya tampung listrik tentunya harus dilakukan penggatian alat-alat pembatas listrik.
Sementara konsumen PLN di Indonesia sangat banyak yang tentunya akan mengeluarkan biaya yang tak sedikit. "Apalagi ini jumlah pelanggannya jutaan pasti alat yang digunakan akan sangat banyak untuk itu perlu biaya juga, biaya pergantian. Jangan sampai nanti ada kepentingan proyek untuk mendapatkan keuntungan dari pengadaan alat ini," katanya.
Belum lagi dengan mengganti daya listrik yang lebih rendah misalnya untuk golongan 900 VA ditambahkan menjadi 4.400 akan membuat pemakaian yang lebih boros. Walaupun masyarakat diwajibkan untuk sadar dan berhati-hati dalam pemakaiannya, tapi ini akan menjadikan tujuan efisiensi listrik jadi tidak tercapai.
"Jangan sampai nanti justru hal-hal dibuat sehingga produksi listrik bagi PLN meningkat dalam arti mereka bisa menghasilkan pertumbuhan pemakaian listrik perntaun lebih besar sementara dalam hal konservasi tujuan kita malah tidak tercapai dalam hal efisiensi listrik," tuturnya.
Rencana penyederhanaan golongan listrik ini menurutnya mungkin bermanfaat dan menguntungkan pemerintah. Namun, untuk masyarakat ekonomi bawah bisa mengeluarkan biaya pemakian yang lebih besar.
Editor: Ranto Rajagukguk