Perang Rusia-Ukraina Diprediksi Bakal Lama, Sandiaga Uno: Karena Profitable

Jeanny Aipassa, Mochamad Rizky Fauzan ยท Minggu, 21 Agustus 2022 - 17:04:00 WIB
 Perang Rusia-Ukraina Diprediksi Bakal Lama, Sandiaga Uno: Karena Profitable
Menparekraf Sandiaga Uno.(Foto: Dok. Kemenparekraf)

JAKARTA, iNews,id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, mengatakan perang Rusia Ukraina bakal berlangsung lama. Pasalnya, perang tersebut mendatangkan keuntungan bagi pihak-pihak tertentu, terutama Rusia. 

"Kenapa perang Rusia-Ukraina akan cukup lama? Because it's profitable," kata Sandiaga Uno, dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, pada Sabtu (20/8/2022). Video tersebut merupakan cuplikan dari acara CEO mastermind 7.

Menurut dia, Rusia setiap hari mendapat sekitar 6 miliar dolar AS dari menjual minyak dengan harga 30 persen di bawah harga pasar internasional. Sementara cost of war (biaya perang) Rusia-Ukraina sekitar 1 miliar dolar AS per hari. 

"Jadi Rusia profit setiap hari berapa? 5 billion dolar USD (5 miliar dolar AS)," ungkap Sandiaga Uno.

Terkait dengan itu, lanjutnya, Indonesia harus pintar-pitar memanfaatkan peluang dari situasi saat ini. Sandiaga bahkan membeberkan bahwa Rusia telah menawarkan Indonesia untuk membeli minyak mentah dari Rusia dengan harga di bawah pasar internasional, sama seperti yang telah dilakukan India. 

"Rusia kan nawarin ke Indonesia, eh India sudah ambil nih minyak kita, kalian mau enggak? harganya 30 persen di bawah harga pasar internasional. Kalau ini ditawarkan ke teman-teman CEO mastermind ambil enggak?" tanya Sandiaga Uno. 

Pertanyaan itu dijawab oleh audience CEO Mastermind dengan jawaban serempak, "Ambil." Sandiaga Uno pun kemudian mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi memikirkan hal yang sama. 

"Pak Jokowi juga mikirnya sama, ambil," kata Sandiaga. 

Namun ada pertimbangan dari sektor keuangan bahwa Indonesia akan menghadapi embargo dari AS. Pasalnya Barat mengontrol sistem keuangan apalagi yang terkait dengan dolar AS. 

"Kalau kita diembargo ya biarin aja lah, paling kita enggak bisa makan McDonalds," ungkap Sandiaga Uno, yang diikuti gelak tawa audience CEO Mastermind. 

Meski demikian, dia mengungkapkan situasi saat ini harus dipertibangkan dengan matang karena kadang-kadang apa yang dilihat sangat berbeda dari perspektif geopolitik dan ekonomi. 

"Ya mau bagaimanapun Barat ini kan mengontrol sistem keuangan. Semua transaksi US dolar harus melalui New York. Itu kenapa kita takut ambil minyak Rusia karena takut SWIFT dimatikan," ungkap Sandiaga. 

SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunications) merupakan sistem yang menghubungkan ribuan lembaga keuangan dunia, sehingga bank dapat mengirim dan menerima pesan transaksi dengan cepat dan aman. Dengan SWIFT, transaksi keuangan saat ini dapat dilakukan antar negara bahkan antar benua.

"Tapi kata Rusia tidak usah takut, bayarnya pakai Rubel aja. Jadi di convert pembayaran dengan dolar AS ke Rubel. Nah ini yang sedang dipertimbangkan sektor keuangan, lagi hitung-hitung," tutur Sandiaga.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda