Percepat Revitalisasi Kilang Balongan, Pertamina Datangkan Reaktor

Athika Rahma · Sabtu, 15 Januari 2022 - 10:57:00 WIB
Percepat Revitalisasi Kilang Balongan, Pertamina Datangkan Reaktor
Percepat revitalisasi Kilang Balongan, Pertamina datangkan reaktor. Foto: Dok Pertamina

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina Persero mempercepat pembangunan proyek strategis Refinery Development Master Plan (RDMP) maupun revitalisasi Residue Catalytic Cracking (RCC) di Balongan. Untuk itu, Tim Project Balongan mendatangkan reaktor, sebuah peralatan inti pada unit RCC pada 11 Januari 2022 lalu.

Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ifki Sukarya mengatakan, dipasangnya unit reaktor tersebut menunjukkan performa positif Pertamina yang sudah on track dalam mengawal proyek peremajaan RCC. Bahkan, hingga awal tahun ini, progress proyek peremajaan RCC mencapai 64,02 persen. 

“Kami harapkan unit RCC Pertamina akan on stream di tahun 2022 sesuai target,” kata Ifki dalam keterangannya, Sabtu (15/1/2022). 

Nantinya, unit RCC diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan sebesar 83.000 barrel per hari (bph). Unit RCC juga menghasilkan produk bernilai tinggi, seperti Propylene, LPG, Naphtha, Light Cycle Oil (LCO), dan Decant Oil. RCC merupakan fasilitas penting dalam proses pengolahan minyak bumi karena berfungsi untuk meningkatkan nilai produk dengan bantuan katalis.

General Manager Project Balongan Nugroho menambahkan, Pertamina berkomitmen mengelola optimasi Unit RCC dengan melakukan peremajaan dan penggantian equipment-equipment yang kritikal. 

“Kami pastikan bahwa peralatan utama dalam Proyek Revitalisasi RCC ini sudah tiba, yaitu orifice chamber dan reaktor sudah datang,” ujar Nugroho. 

Selanjutnya, Tim Project Balongan akan memasang peralatan tersebut pada agenda pemeliharaan kilang di Februari mendatang. Dia menjelaskan, orifice chamber dan reaktor merupakan peralatan inti di unit RCC yang memiliki peranan penting pada proses produksi BBM di kilang Pertamina di Balongan. 

“Peralatan orifice chamber berfungsi mereduksi tekanan Flue Gas keluaran dari Regenerator sebelum menuju ke CO Boiler di unit RCC Kilang Balongan,” ucapnya.

Pemasangan orifice chamber yang memiliki diameter 4,16 meter dan panjang 16,18 meter dilaksanakan dengan standar HSSE yang ketat. 

Adapun reaktor pada Unit RCC berfungsi untuk tempat berlangsungnya reaksi Catalytic Cracking untuk merekahkan rantai karbon dari feed (umpan) minyak berat bernilai jual rendah menjadi produk dengan rantai karbon lebih pendek yang mempunyai nilai lebih tinggi. Reaktor pada Unit RCC memiliki memiliki diameter 11,5 meter, panjang 41,6 meter, dan berat kotor 782 ton.

“Reaktor ini merupakan salah satu yang terberat pernah dimobilisasi di RU VI Balongan,” katanya.  

Selain peremajaan RCC di Balongan, Pertamina juga tengah mengimplementasikan Proyek Strategis Nasional (PSN) RDMP Balongan. RDMP, atau proyek pengembangan kilang Pertamina di Balongan bertujuan menaikkan kapasitas pengolahan kilang dari 125 bph menjadi 150 bph. Selain itu, proyek RDMP Balongan juga bertujuan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan hingga setara Euro V.

“Insya Allah, setelah kedua alat existing di RCC Balongan diganti dengan yang baru maka keandalan dan produksi Kilang Balongan akan meningkat. Kami harapkan, peremajaan RCC Balongan akan berkontribusi besar dalam menyokong peningkatan produksi BBM nasional,” tutur Nugroho. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda