Perdagangan di BEI Alami Penurunan Selama Sepekan, IHSG dan Kapitalisasi Bursa Tetap Perkasa

Cahya Puteri Abdi Rabbi ยท Sabtu, 20 Agustus 2022 - 07:11:00 WIB
Perdagangan di BEI Alami Penurunan Selama Sepekan, IHSG dan Kapitalisasi Bursa Tetap Perkasa
Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 15-19 Agustus 2022 menunjukkan penurunan pada rata-rata nilai, volume, dan frekuensi transaksi. Meski demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi bursa tetap perkasa.  

Sekretaris Perusahaan PT BEI, Yulianto Aji Sadono, mengatakan IHSG mencatatkan kenaikan 0,61 persen ke level 7.172,434 dibandingan 7.129,277 pada pekan sebelumnya. 

Sedangkan kapitalisasi bursa mengalami kenaikan 0,07 persen atau sebesar Rp6.999 triliun menjadi Rp9.340,889 triliun dari Rp 9.333,890 triliun pada pekan sebelumnya. 

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 13,905 triliun menjadi Rp 12,586 triliun. Rata-rata volume transaksi harian bursa juga turun sebesar 4,20 persen menjadi 24,655 miliar saham dari sebanyak 25,737 miliar saham pada penutupan minggu yang lalu. 

Selanjutnya, penurunan sebesar 4,15 persen terjadi pada rata-rata frekuensi harian bursa dari 1.305.619 transaksi pada penutupan pekan sebelumnya menjadi 1.251.397 transaksi.

“Investor asing  mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp949,58 miliar, dan sepanjang tahun 2022 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 63,517 triliun,” kata Yulianto, dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (20/8/2022).

Pada Kamis (18/8/2022), Obligasi Berkelanjutan V Pegadaian Tahap II Tahun 2022 (Obligasi) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Pegadaian Tahap II Tahun 2022 (Sukuk) yang diterbitkan oleh PT Pegadaian, resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1,87 triliun untuk obligasi dan sebesar Rp1,12 triliun untuk Sukuk Mudharabah. 

Adapun, hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi ini yakni, idAAA (Triple A) dan untuk sukuk mudharabah yakni, idAAA(sy) (Triple A Syariah). Sementara itu, bertindak sebagai walli amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.

Lalu, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2022 yaknii sebanyak 90 emisi dari 66 emiten senilai Rp109,98 triliun. Dengan seluruh pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 510 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp456,97 triliun dan 47,5 juta dolar AS yang diterbitkan oleh 125 emiten. 

Di samping itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 156 seri dengan nilai Rp4.910,77 triliun dan 211,84 juta dolar AS. Serta, Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp3,98 triliun. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda