Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menperin Ungkap Nilai Investasi Sektor Otomotif Tembus Rp194,22 Triliun, Serap Hampir 100.000 Tenaga Kerja
Advertisement . Scroll to see content

Perdagangan Non-minyak UEA Sentuh Rekor Tertinggi pada 2023

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:14:00 WIB
Perdagangan Non-minyak UEA Sentuh Rekor Tertinggi pada 2023
Perdagangan non-minyak Uni Emirat Arab (UEA) mencapai rekor tertinggi 3,5 triliun dirham (952,93 miliar dolar AS) pada tahun 2023. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

DUBAI, iNews.id - Perdagangan non-minyak Uni Emirat Arab (UEA) mencapai rekor tertinggi 3,5 triliun dirham (952,93 miliar dolar AS) pada tahun 2023. Hal ini disampaikan Perdana Menteri UEA Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum melalui akun X hari ini, Minggu (18/2/2024). 

Mengutip Reuters, torehan ini mencerminkan inisiatif negara tersebut untuk mengurangi ketergantungannya pada minyak mentah. Perdagangan barang non-minyak naik 12,6 persen dari tahun 2022, sementara ekspor barang dan jasa melampaui 1 triliun dirham dan mencatat rekor baru. 

Sejak tahun 2021, eksportir minyak Teluk telah memulai serangkaian kesepakatan perdagangan, investasi, dan kerja sama bilateral, yang disebut Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA), untuk mendukung upaya yang bertujuan mendiversifikasi sumber pendapatan dan sektor ekonomi.

Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA, Thani Al Zeyoudi mengatakan, sejauh ini tidak ada dampak terhadap UEA dari gangguan rute pelayaran Laut Merah akibat serangan Houthi.

“Kami pikir negara kami tidak akan terganggu dengan hal itu. Kami berada dalam posisi yang baik, dan ini tentang bagaimana kami memiliki ketahanan, dan kemampuan adaptasi sistem di sini untuk menghadapi tantangan yang dihadapi dunia dan kawasan,” ucap Zeyoudi. 

Sektor non-minyak jauh melampaui pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) secara keseluruhan dalam enam bulan pertama tahun 2023, melonjak hampir 6 persen dibandingkan dengan pertumbuhan keseluruhan sebesar 3,7 persen.

Zeyoudi menambahkan, perdagangan UEA dengan mitra CEPA pertamanya, India, tumbuh sekitar 4 persen tahun lalu, sementara perdagangan dengan Turki meningkat lebih dari dua kali lipat, pertumbuhan tercepat di antara 10 mitra dagang utama UEA.

“CEPA akan memainkan peran besar dalam jumlah perdagangan luar negeri kita ke depan,” tuturnya.

Sektor jasa yang berkembang di UEA meliputi perjalanan dan pariwisata, teknologi informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan jasa profesional, sedangkan ekspor non-minyak utama mencakup emas, aluminium, perhiasan, kawat tembaga, dan polimer etilen.

Ekspor komoditas non-minyak UEA tumbuh 16,7 persen tahun lalu menjadi 441 miliar dirham, berkontribusi 17,1 persen terhadap perdagangan luar negeri, naik dari 14,1 persen pada tahun 2019. Nilai ekspor kembali meningkat hampir 7 persen menjadi 690 miliar dirham.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut