Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Sentil Pengamat Tak Suka Pemerintah Berhasil: Kita akan Tertibkan, Saya Punya Data Intelijen
Advertisement . Scroll to see content

Perekonomian Global 2023 Diprediksi Gelap, Bahlil: Ekonomi RI Kokoh jika Punya UMKM Kuat

Kamis, 20 Oktober 2022 - 18:46:00 WIB
Perekonomian Global 2023 Diprediksi Gelap, Bahlil: Ekonomi RI Kokoh jika Punya UMKM Kuat
Perekonomian global 2023 diprediksi gelap, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia sebut ekonomi RI bisa kokoh jika punya UMKM kuat. Foto: MPI
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, perekonomian global tahun depan diperkirakan gelap karena adanya ancaman resesi ekonomi. Namun dia yakin ekonomi Indonesia akan bertahan jika didukung oleh UMKM yang kuat.

"Hati-hati dunia sekarang kondisinya gelap. Ini benar. Saya tidak bermaksud menakut-nakuti," kata dia dalam keterangannya, Kamis (20/10/2022).

Dia menjelaskan, kondisi ekonomi global akan memberi dapat terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, ekonomi suatu negara berkaitan dengan negara lainnya.

Kendati demikian, Bahlil mengatakan, ekonomi Indonesia masih bisa kokoh jika memiliki UMKM yang kuat. Itu karena sektor UMKM sangat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, selain menciptakan lapangan kerja mayoritas di dalam negeri.

"Kita harus berbangga pertumbuhan ekonomi Indonesia terbaik dibandingkan negara-negara G20. Saya yakin yang melakukan ini adalah UMKM. Oleh karena ekonomi gelap, tidak seorang pun yang bisa meramal ekonomi dunia tapi kita punya secercah harapan,” tuturnya.

Dia berpendapat, UMKM yang berhasil menjaga benteng ekonomi Indonesia baik pada saat terjadinya krisis ekonomi pada 1998 maupun saat pandemi Covid-19. 

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, pemerintah tengah fokus memperhatikan para UMKM untuk berdiri setara dengan usaha besar. Itu terutama dalam keadilan untuk mengakses permodalan ke lembaga keuangan formal milik negara.

“Karena itu kami hadir di sini, terutama Pak Bahlil yang mempermudah izin-izin berusaha. Tapi itu pun tidak cukup. Karena itu sejak awal, kami dari kementerian/lembaga lain diajak untuk memastikan program ini disinergikan," ucapnya.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut