Pertamina Beri Akses EBT ke Daerah Terpencil Melalui Program Desa Energi Berdikari

Jeanny Aipassa ยท Jumat, 18 November 2022 - 19:52:00 WIB
 Pertamina Beri Akses EBT ke Daerah Terpencil Melalui Program Desa Energi Berdikari
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memberikan akses energi baru terbarukan (EBT) dalam bentuk energi surya ke 2 daerah terpencil di Kalimantan Timur. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (persero) melalui anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memberikan akses energi baru terbarukan (EBT) ke daerah terpencil melalui program Desa Energi Berdikari. 

Corporate Secretary PHE, Arya Dwi Paramita, mengatakan melalui program Desa Energi Berdikari Pertamina memberikan akses listrik dengan memanfaatkan EBT di 2 daerah terpencil di lingkungan Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang termasuk dalam Zona 8 Regional Kalimantan, tepatnya di wilayah pesisir Delta Mahakam, Kalimantan Timur. Hal itu mendukung pencapaian SDGs 7. 

"Melalui program Desa Energi Berdikari, Pertaminna mendorong dan memfasilitasi masyarakat untuk memanfaatkan potensi energi yang tersedia dan mengubahnya menjadi sumber daya yang berkelanjutan," ujar Arya, dalam keterangan resmi, Jumat (18/11/2022). 

Dia mengungkapkan pemanfaatan EBT di Kelurahan Muara Pegah, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, dengan mengembangkan inovasi pengelolaan solar home system (SHS) sebagai substitusi generator berbahan bakar diesel. 

Pengelolaan program ini dilakukan oleh masyarakat setempat melalui Badan Pelaksana Listrik Tenaga Surya (BPLTS). Program ini berhasil menjadi solusi atas  keterbatasan akses listrik yang sebelumnya sering dihadapi masyarakat.

Di daerah terpencil lainnya di pesisir Delta Mahakam, yaitu Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, PHM mengembangkan pengelolaan SHS melalui program BEST. 

Lokasinya terpencil, di kawasan rawa yang hanya bisa dijangkau dengan perahu kecil, tanpa listrik, dan hanya mengandalkan penampungan air hujan untuk kebutuhan air masyarakat. Program BEST dikelola oleh unit usaha milik desa (BUMDes) untuk menggantikan generator berbahan bakar diesel. 

"Dengan tersedianya akses listrik dari pemanfaatan EBT di 2 (dua) daerah terpencil ini, lanjutnya, pengurangan emisi mencapai 375,61 ton CO2eq/tahun dan masyarakat dapat melakukan penghematan dari pembelian bbm yang selama ini digunakan untuk pemakaian genset hingga Rp.704 juta/tahun," ungkap Arya. 

Atas pelaksanaan kedua program EBT tersebut, PHM memperoleh penghargaan Platinum pada kategori Best Environmental Excellence Award pada ajang internasional The 14h Annual Global CSR Award yang diselenggarakan di Hanoi, Vietnam, Kamis (3/11/2022).

"Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus memberi akses energi  khususnya EBT di wilayah minim akses energi dengan berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan terkait," pungkas Arya.

Dia menjelaskan, pemanfaatan EBT bagi sebagian besar masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan juga digunakan untuk mendukung kegiatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan berkontribusi pada pencapaian SDGs 8 dan mendukung pencapaian SDGs 13 dari aspek lingkungan.

Sepanjang 2018 hingga 2022, lanjutnya, sebanyak lebih dari 2.300 unit solar home system telah dikembangkan PHM untuk menyediakan akses energi terbarukan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

PHE telah terdaftar dalam United Nations Global Compat (UNGC) sebagai partisipan/member sejak Juni 2022. PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek Environment, Social, dan Governance (ESG). 

Arya menambahkan, PHE akan terus mengembangkan pengelolaan operasi di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang ramah lingkungan, bertanggung jawab sosial dan memiliki tata kelola yang baik.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda