Pertamina Hulu Energi Agresif Bor Sumur Eksplorasi, Temukan Sumber Migas Baru

Jeanny Aipassa ยท Sabtu, 05 November 2022 - 08:59:00 WIB
Pertamina Hulu Energi Agresif Bor Sumur Eksplorasi, Temukan Sumber Migas Baru
Pertamina Hulu Energi berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional dengan cara melakukan pengeboran sumur eksplorasi secara agresif. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) secara agresif melakukan pengeboran sumur eksplorasi untuk menemukan sumber minyak dan gas (migas) baru. Hasilnya, PHE menemukan sumber migas baru di 7 sumur.

Corporate Secretary PHE, Arya Dwi Paramita, mengatakan hingga saat ini, PHE telah selesai melakukan pengeboran eksplorasi di 13 sumur, dengan 6 sumur diantaranya sedang dalam proses pengeboran. 

Kegiatan pengeboran eksplorasi yang masif dan agresif ini juga telah memberikan hasil berupa temuan sumber daya migas 2C di 7 sumur, yaitu:

- Sungai Gelam Timur-1 (SGET-001) di Jambi, - Manpatu-1X di Mahakam, 
- Wilela-001 di Onshore Sumatera Selatan, 
- Bajakah-001 di Onshore Jawa Barat, 
- R-2 di Blok North Sumatera Offshore (NSO), 
- Sungai Rotan-1X (SRT-1X) di Jambi, 
- Markisa-001 di Papua, dan 
- GQX-1 di offshore Utara Pulau Jawa.

"Dari kegiatan pengeboran sumur ekplorasi ini telah memberikan hasil berupa temuan sumber daya baru migas sebesar 280 MMBOE," kata Arya, dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (5/11/2022). 

Sedangkan pengeboran eksplorasi di 6 sumur yang kini tengah berjalan, antara lain di Kenanga-001, Kolibri-001, S-2, Helios, Kembo-001 dan Kecapi. 

Arya menjelaskan, pengeboran ekplorasi untuk menemukan sumber migas baru tersebut sejalan dengan komitmen perserian untuk mendukung ketahanan energi nasional. 

Hingga September 2022, PHE mencatat angka produksi migas akumulatif rata-rata sebesar 962 MBOEPD. Rinciannya, produksi gas sebesar 2.590 MMSCFD dan minyak 515 MBOPD. 

Dia mengungkapkan, capaian ini diperoleh dari seluruh wilayah kerja dalam dan luar negeri yang dikelola PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina.

“Selain itu juga dipengaruhi oleh alih kelola blok Rokan pada 2021, kinerja operation excellence serta optimasi biaya di seluruh lapisan,” ujar Arya. 

Dia menuturkan, PHE juga terus melakukan eksplorasi pada setiap potensi yang ada, termasuk dengan melakukan kegiatan seismik. Di tahun 2022 ini, PHE telah melaksanakan survey seismik 2D sepanjang 1.387 km dan survey seismik 3D seluas 310 km2. Capaian survey seismik termasuk penerapan teknologi Vibroseis dan FTG yang merupakan bagian dari Komitmen Kerja Pasti Jambi Merang di Area Terbuka. 

Terkait kegiatan pengembangan, lanjutnya, PHE sampai dengan triwulan III 2022 telah selesai melaksanakan pengeboran sumur pengembangan di 497 sumur, dengan 56 sumur sedang dalam proses pengeboran. 

PHE juga telah melakukan kegiatan Work Over (WO) sebanyak 472 kegiatan serta Well Service (WS) sebanyak 21.728 kegiatan dengan prognosa untuk WO sebanyak 637 kegiatan dan WS sebanyak 28.779 kegiatan. 

"Aktivitas Work Over & Well Services (WOWS) menjadi salah satu strategi utama menjaga produksi minyak nasional disamping eksplorasi penemuan sumber daya baru," ungkap Arya.

Selain itu, untuk mempertahankan keberlangsungan cadangan migas P1, PHE juga melakuan kegiatan pengembangan potensial lainnya, antara lain di SLO OPL Stg-1 (Rokan), OPLL-2B SNB AOI, OPLL 2C (Mahakam), Banyu Urip OPL Carbonate Infill, Banyu Urip Existing (Cepu). 

"Dari kegiatan-kegiatan ini, sampai dengan September 2022 telah berhasil menambahkan cadangan sebesar 149 MMBOE," tutur Arya.  

Seluruh pencapaian kegiatan eksplorasi maupun pengembangan ini didukung oleh Rig pengeboran sebanyak 65 buah serta Rig WOWS sebanyak 121 buah yang tersebar di seluruh Regional. 

Arya menambahkan, PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina selalu menerapkan prinsip-prinsip terkait Health, Safety, Security & Environment (HSSE) dalam seluruh operasionalnya. Per September 2022, PHE berhasil mencatatkan 35.7 juta jam kerja selamat. 

PHE juga selalu menerapkan prinsip-prinsip Environment, Social dan Governance (ESG). Salah satu penerapannya adalah melalui strategi dekarbonisasi yang juga mendukung dan berkontribusi pada pencapaian program pemerintah Net Zero Emission di tahun 2060. 

Sampai dengan September 2022, PHE telah melaksanakan 52 inisiasi kegiatan dekarbonisasi yang telah menghasilkan capaian penurunan emisi sebesar 197 persen dari target penurunan emisi di tahun 2022. 

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda