PGN Bidik Pasar Gas Bumi Internasional, Gandeng BUMN Energi Turki
JAKARTA, iNews.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membidik pasar gas bumi internasional dengan menggandeng Petroleum Pipeline Corporation (Botas), BUMN energi Turki.
Direktur Utama (Dirut) PGN, M. Haryo Yunianto, mengatakan kerja sama itu tidak hanya sebatas suplai gas bumi dan LNG. PGN dan Botas juga berkomitmen pada pengembangan kerja sama hidrogen, infrastruktur LNG, LNG Trading, fasilitas storage gas bumi bawah tanah, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan potensial bisnis lainnya.
Dia mengungkapkan, Botas bergerak di bidang transportasi minyak bumi dan trading gas untuk suplai gas bumi hingga LNG ke Turki.
Terkait dengan itu, Haryo meyakini kolaborasi kedua entitas itu akan memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Turki, terutama terkait diversifikasi penyaluran energi.
“Indonesia dan Turki dapat menjadi market energi yang esensial bagi keberlanjutan trading energi bilateral, khususnya gas bumi. Untuk mendukung kerja sama, PGN dan Botas terus berkoordinasi perihal kesiapan infrastruktur seperti FSRU dan terminal LNG,” ujar Haryo, Senin (15/11/2022).
Menurut dia, diversifikasi rute dan sumber pasokan gas bumi penting untuk kepastian suplai gas bumi maupun LNG. Karena itu, penyaluran gas bumi maupun LNG untuk Turki nantinya juga berasal dari sumber lain, tidak hanya dari Indonesia.
Saat ini, lanjutnya, yang sudah beroperasi adalah Arun LNG Hub yang dikelola oleh PT Perta Arun Gas (PAG) selaku afiliasi Subholding Gas.
Lokasi Arun yang strategis menjadikannya sebagai pusat LNG trading Asia dan destinasi LNG Hub Global seperti China, Australia, Angola, Mesir, dan Amerika Serikat.
Dia menjelaskan, bisnis utama PAG adalah LNG receiving terminal, regasifikasi dan LNG Hub. Lokasi strategis di dekat Selat Malaka dengan potensi hampir 100 ribu kapal berlayar melintas, sehingga menjadi modal penting PAG sebagai pusat LNG Hub kelas dunia.
"Pengoperasiannya didukung sepenuhnya oleh pemerintah melalui penunjukan PAG sebagai Pengelola Pusat Logistik Berikat LNG satu-satunya di Indonesia,” kata Haryo.
Haryo juga berharap kolaborasi keduanya berlanjut sampai tahap eksekusi komersial. Langkah ini sekaligus mendorong perusahaan ke level global.
"PGN tentunya akan mendapatkan benefit untuk semakin melebarkan bisnis ke kancah internasional. Di sisi lain, Turki dapat terbantu dalam hal pemenuhan energi gas bumi di kota-kota besar dan pusat-pusat industri sebagai konsumen gas bumi dalam jumlah besar,” tutur Haryo.
Editor: Jeanny Aipassa