Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Angka PHK Tembus 79.302 Orang, Purbaya Akui Ekonomi RI Melambat
Advertisement . Scroll to see content

Philips Bakal PHK 6.000 Karyawan Tahun Ini, Ini Penyebabnya

Senin, 30 Januari 2023 - 15:37:00 WIB
Philips Bakal PHK 6.000 Karyawan Tahun Ini, Ini Penyebabnya
Royal Philips NV melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 6.000 karyawan atau sekitar 8 persen dari total seluruh pekerja. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

AMSTERDAM, iNews.id - Royal Philips NV melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 6.000 karyawan atau sekitar 8 persen dari total seluruh pekerja. Hal ini dilakukan karena produsen peralatan medis ini mengurangi pengeluaran di tengah mahalnya biaya penarikan kembali beberapa produk.

Mengutip Bloomberg, perusahaan menyampaikan, rencana PHK ini akan dilaksanakan pada tahun ini. Sebelumnya, Philips juga telah memecat 4.000 karyawan pada tahun lalu, dimana manajemen Philips hal ini akan menghasilkan pendapatan sekitar 300 juta euro di kuartal mendatang.

“Itu (PHK karyawan) ukuran yang cukup besar dan berdampak, tetapi kami melihat perlu untuk mengatasi kenaikan biaya di seluruh perusahaan dan dunia, tetapi juga untuk membuat kami lebih gesit,” ujar CEO Philips, Roy Jakobs dalam sebuah wawancara dikutip, Senin (30/1/2023).

Jakobs menambahkan, perusahaan tengah menyiapkan anggaran terkait dengan perangkat terapi tidur. Philips mulai menarik produk tersebut untuk pertama kalinya pada Juni 2021 dan telah menyisihkan sekitar 885 juta euro, setelah para peneliti mengaitkan busa degradasi mereka ke pasien kanker dan masalah pernapasan. 

Philips bergabung dengan semakin banyak produsen yang memangkas biaya untuk mengatasi gejolak rantai pasokan dan inflasi. Dow Inc. mengatakan minggu lalu akan mengurangi sekitar 2.000 karyawan untuk mengimbangi kenaikan biaya energi. BASF SE Jerman tahun lalu menyampaikan akan menyesuaikan jaringan produksi Eropa setelah fasilitas domestik mulai merugi.

Philips berharap bisa meningkatkan pertumbuhan penjualan pada tahun ini karena rantai pasok mulai membaik. Perusahaan juga melaporkan penjualan dan laba operasi yang lebih baik dari perkiraan pada kuartal keempat.

Adapun, tes yang dilakukan Philips pada produknya yang ditarik kembali tersebut tidak mungkin menghasilkan dampak negatif bagi kesehatan pasien. 

Jakobs, yang menggantikan CEO lama Frans van Houten pada bulan Oktober 2022 berhapar bisa mendapatkan rincian lebih lanjut tentang dampak dari setiap litigasi potensial pada paruh kedua tahun 2023.

“Kalau sudah ada detailnya, kami akan segera maju. Kami akan memastikan bahwa kami melakukan semua upaya untuk menyelesaikan ini dengan resolusi terbaik,” tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut