PPKM Darurat, Inovasi Penjualan Online Wajib Diterapkan Emiten Ritel

Aditya Pratama ยท Kamis, 01 Juli 2021 - 14:15:00 WIB
PPKM Darurat, Inovasi Penjualan Online Wajib Diterapkan Emiten Ritel
Ilustrasi ritel di mal. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat di Pulau Jawa dan Bali mulai 3 Juli 2021, akan mengganggu operasional emiten sektor ritel. Terkait dengan itu, inovasi penjualan online (daring) wajib diterapkan emiten ritel, agar dapaat menekan kerugian.

Analis Panin Sekuritas, William Hartanto, mengatakan dengan adanya penerapan PPKM Mikro Darurat secara tidak langsung dianggap menjadi sentimen negatif bagi saham sektor ritel. 

Namun menurutnya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena emiten ritel telah melakukan inovasi penjualan ritel secara online atau daring.

"Karena walaupun pusat perbelanjaan seperti mall mengalami pengurangan jam operasional, mereka tetap bisa menjual produk secara online," ujar William kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (1/7/2021).

Dia menjelaskan, dengan adanya penjualan produk secara online di tengah pandemi saat ini telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia dan akan membantu kinerja emiten ritel, dan saham sektor ritel bisa dimanfaatkan investor.

"Ini sudah jadi gaya hidup sejak pandemi, jadi adanya PPKM Darurat tidak akan berdampak signifikan terhadap emiten-emiten retail. Malah saham sektor ritel bisa manfaatkan untuk buy on weakness," kata William.

Pernyataan senada juga disampaikan CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya juga menyampaikan bahwa saham-saham sektor ritel bisa dimanfaatkan di tengah penerapan PPKM Darurat Mikro.

"Momentum dapat dimanfaatkan, kan PPKM Darurat ini bukan selamanya, hanya sementara," kata William Surya Wijaya.

Dilihat melalui RTI, beberapa saham sektor ritel mengalami kenaikan di perdagangan sesi I hari ini mulai dari Ace Hardware Indonesia (ACES), Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Matahari Putra Prima (MPPA).

Saham ACES pada perdagangan sesi I hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp15 atau 1,20 persen ke Rp1.265 per lembar saham. Kemudian, saham AMRT pada perdagangan sesi I hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp25 atau 2,00 persen ke Rp1.275 per lembar saham. 

Saham MAPI pada perdagangan sesi I hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp5 atau 0,80 persen ke Rp630 per lembar saham, dan saham MPPA pada perdagangan sesi I hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp45 atau 4,27 persen ke Rp1.100 per lembar saham.

Sementara itu, saham-saham yang melemah pada pembukaan sesi I hari ini diantaranya Erajaya Swasembada (ERAA), Hero Supermarket (HERO), Matahari Department Store (LPPF), dan Ramayana Lestari Sentosa (RALS).

Saham ERAA pada perdagangan sesi I hari ini mengalami penurunan sebesar Rp15 atau 2,17 persen ke Rp675 per lembar saham. Kemudian, saham HERO pada perdagangan sesi I hari ini mengalami penurunan sebesar Rp5 atau 0,35 persen ke Rp1.405 per lembar saham.

Selanjutnya, saham LPPF pada perdagangan sesi I hari ini mengalami penurunan sebesar Rp10 atau 0,51 persen ke Rp1.945 per lembar saham, dan saham RALS pada perdagangan sesi I hari ini mengalami penurunan sebesar Rp10 atau 1,48 persen ke Rp665 per lembar saham.

Sementara itu, terdapat dua saham yang bergerak stagnan, diantaranya Electronic City Indonesia (ECII), dan Indoritel Makmur Internasional (DNET).

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: