Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IHSG Hari Ini Ditutup Kembali Cetak Rekor, Tembus Level 8.933
Advertisement . Scroll to see content

Prediksi IHSG Hari Ini usai Babak Belur Tertekan Aksi Jual

Rabu, 11 Mei 2022 - 07:30:00 WIB
Prediksi IHSG Hari Ini usai Babak Belur Tertekan Aksi Jual
Prediksi IHSG hari ini usai babak belur tertekan aksi jual
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah cukup signifikan dalam dua hari terakhir usai libur Lebaran. Pada penutupan Selasa (10/5/2022), IHSG anjlok 1,30 persen menjadi 6.819,79, menambah tekanan setelah babak belur 4,42 persen pada hari sebelumnya.

Founder WH Project William Hartanto menganalisa, ada harapan bagi IHSG untuk rebound mengingat pelemahan IHSG berkurang lebih dari 3 persen alias mulai menipis. Secara teknikal, William melihat ada pola long legged hammer yang mengindikasikan penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu (11/5/2022).

Tapi penulis buku Bandarmology vs Teknikal ini mengkhawatirkan sentimen kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang dinilai kerap membawa kabar buruk, setidaknya bagi performa aset berisiko seperti saham.

"Jika berkaca dari sejarah, sentimen suku bunga The Fed bukanlah sentimen yang selesai dalam waktu harian. Ini pernah terjadi pada tahun 2015 dan 2018, di mana efeknya memberikan tekanan terhadap IHSG sekitar 4 bulan," kata William dalam risetnya, dikutip Rabu (11/5/2022).

Kendati kabut katalis suku bunga The Fed tampak masih pekat, William menimbang ada momentum technical rebound yang dapat dimanfaatkan investor. Ini terlihat dari kinerja index movers yang mulai bangkit.

Diketahui, sejumlah emiten big caps penggerak IHSG tampak mulai menunjukkan harapan pada penutupan perdagangan kemarin, seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 0,70 persen, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) positif 0,85 persen, dan saham penghuni LQ45 lain yang terkoreksi tipis.

William memberi catatan, secara teknikal pola long legged hammer dapat membawa respons positif pelaku pasar yang mengharapkan terjadinya rebound. Namun, penguatan masih harus diuji terlebih dahulu di area resisten psikologis 7.000-an.

"Sehingga untuk hari ini, IHSG memiliki peluang untuk rebound terbatas dengan resistance yang diuji adalah pada 7.000–7.060. Jika penguatan masih terbatas di area ini dan mulai melemah kembali, maka arah tren IHSG masih melemah," tuturnya.

Sementara itu, secara garis besar fundamental makro dalam negeri terbilang cukup positif, di mana pertumbuhan ekonomi hingga kuartal I tahun ini mencapai 5,01 persen secara tahunan (yoy). Tetapi, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi RI pada April 2022 naik sebesar 0,95 persen secara bulanan (mtm), menjadi yang tertinggi sejak Januari 2017, sedangkan secara yoy, inflasi RI melejit 3,47 persen atau terbesar sejak Agustus 2019.

Lonjakan harga bahan pokok seperti minyak goreng, bensin, daging ayam ras, hingga tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi RI.

"Tantangan paska Lebaran adalah berlanjutnya kenaikan harga barang atau inflasi," kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira saat dihubungi MNC Portal Indonesia, belum lama ini.

Pemulihan ekonomi domestik sejalan dengan meningkatnya jumlah pasien sembuh Covid-19. Data terbaru (10/5/2022) menunjukkan ada tambahan 659 pasien yang sembuh, kendati kasus baru juga meningkat 456, dengan kasus aktif yang tersisa sebanyak 5.885 jiwa.

Adapun progres vaksinasi juga terus meningkat. Data terakhir (10/5/2022), total vaksinasi pertama mencapai 199.352.565 jiwa, sementara vaksinasi kedua sebanyak 165.707.687 jiwa, dan ketiga sejumlah 42.133.856 jiwa

Dari sisi eksternal, sejumlah analis sebelumnya menilai Indonesia diuntungkan berkat booming harga komoditas imbas krisis geopolitik Rusia dan Ukraina. Namun, kekhawatiran atas demand masih membebani ekspor menyusul kebijakan lockdown di China, salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

Tantangan lain juga datang dari kenaikan suku bunga The Fed yang ditakutkan dapat mengurangi eksposur investor asing di pasar modal tanah air.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut